Bulog Siap Evaluasi Perusahaan yang Diduga Lakukan Penimbunan Beras

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara mendadak mendatangi salah satu perusahaan yang berada di Kawasan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, yang merupakan kawasan perdagangan bersejarah di Kota Padang.

Kedatangan Mahyeldi ke kawasan itu, mendapati beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Sabang Merauke Persada.

Mahyeldi menyebutkan, hal yang ditemukan ialah penumpukan barang-barang di area tersebut seperti beras puluhan karung yang diduga berisikan beras yang disimpan di dalam gudang. Padahal dalam perizinan usahanya, izin ialah untuk pool kendaraan. Namun malah dijadikan sebagai tempat bongkar muat dan mobil bermuatan berat.

“Alasan saya mendatangi kawasan atau perusahaan ini, ada laporan dari masyarakat bahwa perusahaan diduga melakukan pelanggaran izin perusahaannya. Saya pun turun ke area ini, nyatanya ada beberapa hal yang patut dicurigai. Untuk itu selanjutnya pihak berwajib akan melakukan pemeriksaan. Mana-mana saja pelanggaran-pelanggarannya dan kemudian nanti akan kita standarkan dengan aturan-aturan yang ada,” tegasnya, Kamis (28/2/2019).

Mahyeldi pun berharap, dalam satu hari ini pemeriksaannya akan selesai sehingga jelas segala sesuatunya. Setelah memiliki dokumen dan bukti-bukti yang kuat, baru bisa melangkah ke penindakan, apakah itu dimobilisasi dan barang-barangnya akan diamankan.

“Kita tidak segan-segan jika terbukti bersalah secara hukum, tempat ini akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berujung penyegelan nantinya,” tegasnya.

Berhubungan adanya temuan beras karung yang ada merek Bulog (Badan Urusan Logistik), pihak Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Barat, turut memberikan klarifikasi.

Kabid Operasional Bulog Sumatera Barat, M. Yusuf mengatakan, berkaitan dengan kasus temuan sejumlah karung beras Bulog dan ampas padi dalam sidak Pemkot Padang ke gudang milik PT. Sabang Merauke Persada tersebut, ada hal yang perlu dijelaskan.

Kabid Operasional Bulog Sumatera Barat M. Yusuf – Foto: M. Noli Hendra

Pertama ia membenarkan bahwa PT Sabang Merauke Persada merupakan salah satu mitra Bulog. Namun mengingat adanya temuan dari sidak Pemko Padang, pihak Perum Bulog Sumatera Barat menyatakan apabila ada indikasi lain, maka Bulog akan memutus mitra dengan perusahaan tersebut.

“Ini akan menjadi evaluasi bagi kami, ke depan kami akan meningkatkan monitoring. Jika memang ada indikasi lain, bisa jadi kami akan putus mitra dengan PT. Sabang Merauke Persada. Karena, sudah mencoreng nama Bulog,” katanya, saat bersama Kepala Bulog Divre Sumatera Barat, Muhammad Anwar.

Dia menyebut, bahwa PT Sabang Merauke Persada merupakan salah satu mitra Bulog yang berfungsi sebagai distributor. Sekitar setahun mereka menjadi mitra Bulog dan telah memiliki 4 down line (jaringan ke bawah). Terakhir, PT Sabang Merauke Persada membeli beras kepada Bulog 1 Februari kemarin seberat 25 ton, dan legal.

“Tapi di sini PT Sabang Merauke Persada hanya membeli beras Vietnam saja. Kalau ada beras lain, kami tidak tahu, bisa saja itu dibeli dengan pihak lain,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan penimbunan beras yang dilakukan oleh PT Sabang Merauke Persada, M. Yusuf membantah hal tersebut. Dia menegaskan, beras yang dibeli sebanyak 25 ton oleh PT. Sabang Merauke Persada tersebut disalurkan di setiap 4 down line mereka.

“Jadi tidak mungkinlah keempat down line itu menerima semua beras, pasti ada sisa. Ini hanya 25 ton, tidak mungkinlah menimbun, kalau penimbunan itu biasanya 200 ton ke atas,” tutur M. Yusuf sembari tersenyum.

Disinggung terkait adanya spanduk operasi pasar Bulog pada salah satu truk di gudang PT Sabang Merauke Persada saat sidak yang dilakukan Walikota Padang, M. Yusuf juga menegaskan, bahwa perusahaan tersebut hanya sebagai distributor sehingga memang diwajibkan untuk memasang spanduk.

“Kemungkinan yang bersangkutan lupa mencopot spanduk yang dulu armadanya digunakan untuk mendistribusikan beras ke berbagai daerah. Bisa saja begitu kan, jadi dipasang terus, nah pas ada hal ini, dikira terlibat dengan Bulog,” tambah M.Yusuf.

Lihat juga...