Asprov PSSI DIY Dorong KLB Dipercepat
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY dan PSS Sleman, mendukung adanya percepatan Kongres Luar Biasa (KLB). PSSI sudah menyatakan akan menggelar KLB dalam jangka waktu sampai tiga bulan ke depan. KLB dilaksanakan setelah Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, dijadikan tersangka atas perusakaan alat bukti.
Meski sudah menyampaikan akan menggelar KLB, namun PSSI tetap adem-ayem. Tidak ada pergerakan apa pun untuk menindaklanjuti KLB. Ini yang membuat mayoritas voters (pemilik suara), gerah.
Para voters yang berkumpul di Sleman pun bersepakat mendesak PSSI untuk secepatnya melaksanakan KLB, seperti yang sudah dijanjikan itu. Mereka meminta KLB bisa dilaksanakan pada bulan Maret 2019.
Pertemuan di Sleman dihadiri lima voters, Bambang Kuncoro (Ketua Umum Asprov PSSI DIY), Dedi M. Lawe (Persis Solo), Esti Puji Lestari(Persijap Jepara), Gembong Pranowo (Persinga Ngawi), dan Soekeno (PSS Sleman) selaku tuan rumah. Meski hanya dihadiri lima perwakilan, namun mereka menyatakan mewakili mayoritas voters.
“Banyak voters yang tidak bisa datang ke Sleman. Namun mereka sepakat dengan apa yang diputuskan dari pertemuan ini. Kami mewakili klub dan pengurus Asprov, menginginkan KLB PSSI dipercepat. Ini hasil dari pertemuan lima pemilik suara yang mewakili hampir dua pertiga pemilik suara yang menginginkan perbaikan di PSSI,” kata Sekjen Persis, Dedi M. Lawe.
“Mengenai pelaksanaannya, kami berharap di bulan Maret. Pertimbangannya, klub sudah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi,” terangnya.
Menurut Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Bambang Kuncoro, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Asprov di semua daerah. Hampir semua Asprov memberikan dukungan terhadap percepatan KLB.
“Saya sudah berkomunikasi dengan rekan-rekan Asprov. Hampir semuanya menginginkan adanya percepatan KLB. Jadi, pertemuan ini mendorong agar KLB segera dilaksanakan,” ujar Bambang.
Pertemuan lima voters lebih membahas percepatan KLB. Soekeno menjelaskan, tidak ada pembahasan mengenai siapa yang diusulkan sebagai calon ketua umum. Mereka hanya menyebut kriteria yang diharapkan dari calon.
“Kami tidak membahas figur calon ketua umum. Ini masih prematur. Jadi, kami lebih membahas percepatan KLB. Itu yang menjadi fokus kami. Namun sosok yang memimpin PSSI, diharapkan memiliki komitmen membangun sepak bola nasional,” kata Soekeno.
Para voters PSSI terdiri dari 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 34 Asprov dan satu dari asosiasi futsal.