Warga Pikoro Diajak Kembali Menanam Kopi

Kopi, ilustrasi - Dok: CDN

SIGI – Masyarakat di Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diajak tetap menanam berbagai komoditas yang cocok dikembangkan di daerahnya seperti tanaman kopi.

“Saya melihat kopi yang ada di wilayah ini tumbuh subur dan buahnya lebat,” kata Bupati Sigi, Irwan Lapata, saat berkunjung, Jumat (18/1/2019).

Bupati Irwan mengatakan, komoditas kopi sekarang ini menjadi salah satu komoditas ekspor, yang memiliki harga di pasar internasional maupun dalam negeri cukup bagus. Permintaan pasar dan harga komoditas perkebunan tersebut, setiap tahunnya meningkat.

Jika melihat kondisi belakangan ini, tidak hanya di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng yang keberadaan kedai-kedai kopinya menjamur. Hampir di seluruh daerah di Tanah Air kondisi tersebut terjadi. Kopi hasil produksi petani di sejumlah daerah di Sulteng, seperti kopi Napu, kopi Kulawi, kopi Lindu dan kopi Pipikoro cukup diminati masyarakat. Bahkan wisatawan mancanegara suka minum kopi lokal.

Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan pasar dan harga yang terus membaik, petani harus bisa menangkap peluang tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraannya. Bukan hanya kopi, tetapi ada komoditi lainya seperti kemiri, pala, cengkih dan kakao.

Bupati ingin, masyarakatnya yang baru saja mengalami bencana alam gempa bumi, kembali bangkit bersama membangun ekonomi rumah tangga setelah sebelumnya terpuruk akibat bencana itu. “Sayapun ikut merasakan apa yang dialami masyarakat di Kabupaten Sigi, termasuk di Pipikoro yang harus kehilangan rumah karena rusak diterjang gempa 7,4 SR yang terjadi 28 September 2018,” katanya.

Kabupaten Sigi dan Poso merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Sulteng. (Ant)

Lihat juga...