Rembang Mulai Kembangkan Komoditas Kopi Lokal

Admin

Cendana News, REMBANG – Kopi saat ini masih menjadi salah satu komoditas perkebunan yang  menjanjikan.

Karenanya, banyak daerah mengembangkan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan di masa mendatang.

Apalagi kopi memiliki nilai jual yang menjanjikan, bahkan pasar ekspornya masih terbuka luas.

Kabupaten Rembang di Jawa Tengah sebagai daerah yang memiliki potensi perkebunan kopi, pun mencoba menangkap peluang tersebut.

Kopi khas daerah Rembang yaitu Kopi Lelet kini menjadi fokus perhatian pemerintah daerah setempat.

Saat ini, Pemkab Rembang tengah menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan produksi kopi lokal tersebut.

Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro’, mengakui jika produksi kopi di daerahnya masih terbilang kecil.

Hal itu menurutnya karena belum menemukan sistem yang pas untuk membudidayakan dan mengembangkan kopi.

“Semangat petani untuk menanam biji kopi masih kurang,“ kata Wabup Rembang itu dikutip dari laman jatengprov, Jumat 18 Maret 2022.

Menurut Wabup, masih rendahnya semangat petani kopi di daerahnya karena belum menemukan sistem yang pas. Misalnya, terkait dengan pemasaran.

Wabup Rembang mengatakan hal itu saat mengikuti Workshop Membangun Korporasi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi, di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang.

Sebagai salah satu upaya mengatasi hal tersebut, Wabup mengatakan perlunya intervensi dari pemerintah, terutama terkait persoalan lahan.

Pasalnya, lahan biji kopi para petani di Rembang saat ini sebagian besar merupakan lahan milik Perhutani.

Untuk itu, dia mengatakan ke depan pihaknya akan mengajak Perhutani dan TNI untuk bekerjasama.

“Juga mencari varietas kopi yang paling cocok di Rembang,” ungkap Wabup.

Sementara itu Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati, mengungkapkan hal yang sama.

Menurut dia banyak warga Rembang yang menyukai kopi, namun komoditas tanaman kopi sebagai penyokongnya belum seimbang.

“Ada kebun kopi, tapi masih sangat sedikit atau tidak luas,” katanya.

Menurut Dandim, potensi kopi bisa meningkat, terlebih kopi saat ini sedang naik daun.

“Sehingga kita bisa mengajari petani dari kopi biasa menjadi kualitas premium,” tutur Dandim.

Terkait keterlibatan Babinsa, Dandim menjelaskan jika nantinya Babinsa bisa membantu penyuluh dalam upaya membangun korporasi kopi di Rembang.

“Babinsa juga bisa ikut, selain belajar mereka juga bisa mengawasi. Karena sistem ini tidak bisa satu orang, tetapi beberapa pihak, teman-teman Dintanpan, Babinsa, petani, dan semuanya,” jelasnya.

Lihat juga...