UIN Sunan Kalijaga Lakukan Pendampingan Industri Pengecoran Logam
YOGYAKARTA — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan program pendampingan pengembangan produktivitas dan kualitas produk industri kecil dan menengah pengecoran logam di daerah ini dengan metode Genba Keizen.
“Program pendampingan dengan metode Genba Keizen, mengambil istilah dari Jepang, artinya pendampingan dilaksanakan langsung terjun ke lokasi industri, menemukan permasalahan, dan kemudian melakukan perbaikan secara berkesinambungan,” kata pendamping program, Trio Jonatan Tejo Kusumo di Yogyakarta, Jumat (18/1/2019).
Menurut dia, dari pengamatan terhadap tujuh IKM yang ada di wilayah Yogyakarta diperoleh temuan bahwa alat-alat produksi yang digunakan selama ini reject pada proses topping, sehingga cycle time lama, proses amplas manual memakan waktu lama.
Selain itu, cara pengambilan alat penggorengan yang tidak praktis, penyimpanan hasil produksi tidak teratur dan tidak mudah dijangkau saat mau dipasarkan, tingkat kecacatan produk di atas 50 persen.
Tujuh IKM itu adalah Tajusa Drumband (produksi peralatan drumband), TS Putra (cetakan kue), RS Alumunium (produksi alat penggorengan), ST Alumunium (cetakan kue), TS Alumunium (produksi alat penggorengan), Khamdani (produksi peralatan drumband), dan IKM Mawar (produksi cetakan).
“Dari temuan di lapangan dan uji di laboratorium Teknik Industri UPT Laboratorium UIN Sunan Kalijaga, tim kami berhasil menemukan teknologi tepat guna alat produksi yang bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas produk,” kata dosen Program Studi Teknik Industri itu.
Ia mengatakan, setelah pembuatan mesin produksi tepat guna selesai, program dilanjutkan presentasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta dan penyuluhan Genba Keizen kepada seluruh yang terlibat dalam IKM pengecoran logam yang didampingi.
“Penyuluhan melibatkan tim Pusat Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Yogyakarta, sehingga penggunaan mesin dan perlengkapannya bisa dilakukan dengan baik dan cara yang benar,” kata Trio.
Ketua Pelaksana Program, Dwi Agustina Kurniawati, mengatakan progam yang melibatkan mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Industri itu terlaksana bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Yogyakarta, serta Yayasan Darma Bakti Astra.
“Dari sisi akademik, program itu dimaksudkan untuk mengembangkan kajian-kajian teknik industri sebagai pengembangan hasil perkuliahan yang ditopang oleh fasilitas laboratorium teknik industri,” katanya. (Ant)