Pembangunan Pertanian Diharap Fokus Pemerataan-Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA — Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, mengharapkan pembangunan sektor pertanian tahun 2019 terus difokuskan untuk pemerataan sekaligus menunjang pertumbuhan perekonomian nasional yang berkualitas.

“Diharapkan pembangunan tahun 2019 tetap fokus dalam pemerataan untuk pertumbuhan yang berkualitas melalui pengurangan angka kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antarwilayah,” kata Edhy Prabowo dalam rilis, Selasa (22/1/2019).

Menurut Edhy, salah satu hal yang perlu disorot antara lain kondisi luas baku lahan sawah yang mengalami penyusutan di beberapa provinsi seperti di Kalimatan Selatan dan Sumatera Utara.

Politisi Partai Gerindra itu berpendapat bahwa pengurangan luas lahan pertanian di sejumlah lokasi dinilai bakal memengaruhi kinerja serta jumlah hasil pertanian sehingga perlu dijadikan catatan.

Ketua Komisi IV DPR RI juga menyatakan pihaknya mengapresiasi realisasi anggaran Kementerian Pertanian pada tahun 2018 yang mencapai 90,83 persen dari pagu anggaran sebesar Rp24,4 triliun.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2019 guna membahas peningkatan SDM pertanian dalam mendorong ekspor pangan.

Dalam sambutan pembukanya, Menteri Amran memaparkan capaian kinerja Kementerian Pertanian dalam empat tahun terakhir periode 2014-2018, salah satunya peningkatan ekspor pertanian yang tumbuh sebesar 29,7 persen.

“Ekspor kita naik 29,7 persen sampai 2018. Ekspor yang naik yakni sawit, kakao, karet dan kopi,” kata Amran di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (14/1).

Amran menyebutkan sejumlah komoditas yang mengalami peningkatan ekspor selama 2014-2017, antara lain kelapa sawit 22,5 persen; karet 21,3 persen; kelapa 14,8 persen dan kopi 28,6 persen.

Selain ekspor, Mentan juga mengungkapkan bahwa inflasi pangan menurun sebesar 88,1 persen selama 2014-2017 dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen. Menurut dia, prestasi ini menunjukkan bahwa produksi pangan meningkat.

Selain itu, nilai investasi pertanian juga tumbuh 110,2 persen selama 2013-2018 dengan total investasi mencapai Rp270,1 triliun. Hal ini dikatakan Amran dipengaruhi oleh adanya 291 Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) yang dicabut karena dianggap menghambat investasi. (Ant)

Lihat juga...