Disdukcapil Rekam Data KTP-E Penghuni Lapas Purwokerto

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, saat ini tengah melakukan perekaman data KTP-E di Lapas Purwokerto. Dari total 900 penghuni, tinggal 12 orang warga Banyumas yang belum melakukan perekaman. Namun, jumlah tersebut kembali berubah, setelah masuk 96 warga binaan baru.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyumas, Kartiman, mengatakan, mobilitas penghuni Lapas sangat tinggi dan dinamis. Data awal dari  pihak Lapas ada 900 penghuni, dan setelah dilakukan pengecekan data oleh Disdukcapil, sebanyak 700 penghuni sudah melakukan perekaman, sehingga tinggal 300 orang yang belum.

ʺDari 300 penghuni yang belum melakukan perekaman KTP-E tersebut, kemudian kita telusuri lagi, ternyata hanya 12 orang yang warga Banyumas, lainnya dari luar Banyumas. Sesuai intruksi dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, kita hanya diperbolehkan melakukan perekaman bagi warga sendiri, supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Sehingga untuk warga binaan lainnya yang dari luar Banyumas, hanya dilakukan pendataan saja,ʺ terang Kartiman, Jumat (18/1/2019).

Disdukcapil Banyumas rencananya melakukan perekaman di Lapas Purwokerto mulai tanggal 17-19 Januari ini. Pada hari kedua, tinggal 12 warga binaan yang dilakukan perekaman. Namun, data tersebut kembali berubah, setelah masuk sebanyak 96 penghuni baru.

ʺJadi, kalau ditanya jumlah penghuni Lapas yang sudah atau belum perekaman, saya tidak bisa jawab secara pasti, karena mobilitas penghuni sangat tinggi. Beberapa penghuni yang sudah dilakukan perekaman kemarin, ada yang sudah keluar dan ada penghuni baru yang masuk. Sehingga kita harus terus update data,ʺ jelasnya.

Sementara itu, terkait proses verifikasi, Disdukcapil berpegang pada data dari pihak Lapas. Data tersebut dicocokkan dengan data base di Disdukcapil, sehingga kemudian ditemukan alamat para penghuni.

ʺTerlepas dari persiapan Pemilu, sebenarnya setiap warga negara harus memiliki identitas, atas dasar itulah dilakukan perekaman di Lapas. Kalau untuk Rutan Banyumas, saat ini kita sudah meminta data dari sana dan sedang dilakukan pengecekan data. Berbeda dengan di Lapas Purwokerto, di Rutan Banyumas 90 persen penghuninya asli orang Banyumas,ʺ kata Kartiman.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Purwokerto, Jumadi, mengatakan, jumlah penghuni Lapas ada 939 orang, dan saat ini ada warga binaan baru sebanyak 96 orang.

ʺTotal penghuni ada 939 orang, yang belum melakukan perekaman 141 orang, dan dari jumlah tersebut hanya 12 orang yang warga Banyumas. Tetapi kemudian masuk lagi 96 warga baru, sehingga harus dilakukan pendataan lagi,ʺ tuturnya.

Lihat juga...