Tekan Dampak Bencana, BPBD Pamekasan Bentuk Pokja

Ilustrasi BPBD - Dokumentasi CDN

PAMEKASAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur membentuk kelompok kerja (Pokja) Tangguh Bencana sebagai upaya untuk menekan dampak, apabila terjadi bencana di wilayah itu.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Akmalul Firdaus, Pokja Tangguh Bencana itu dibentuk sebagai upaya untuk menciptakan pemahaman bersama tentang bencana, teknik penanggulangan dan cara menekan kerugian akibat bencana.

“Dengan terbentuknya pokja bencana ini, harapan kami pada akhirnya terwujud masyarakat yang tangguh bencana,” katanya, menjelaskan.

Akmalul Firdaus mengatakan, Pokja Tangguh Bencana bertugas melakukan pemetaan, kajian dan pemahaman kepada masyarakat tentang kebencanaan.

“Jadi tugas utama pokja ini pada pendidikan masyarakat, sehingga masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana di Pamekasan ini memiliki pandangan berbeda tentang bencana dan berbagai permasalahannya terkait bencana dimaksud,” katanya, menjelaskan.

Menurut Kepala BPBD, pembentukan Pokja Tangguh Bencana kali ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilakukan BPBD sebelumnya.

Ia menuturkan, Pokja Tangguh Bencana sebenarnya sudah dibentuk BPBD Pemkab Pamekasan sejak 2016.

Kala itu telah terbentuk di sejumlah desa/kelurahan yang memang rawan terjadi bencana alam. Antara lain, Kelurahan Gladak Anyar, Patemon, Jungcangcang, dan Kelurahan Parteker.

Selanjutnya pokja bencana juga telah terbentuk di Desa Laden, Lemper dan Desa Sumedangan. “Sedangkan yang baru dibentuk adalah di Kelurahan Barurambat Timur, lalu di Kelurahan Kangenan dan Desa Jalmak,” kata Akmalul Firdaus.

Ia menjelaskan, desa dan kelurahan yang telah terbentuk pokja bencana ini, masih dengan status tingkat pratama.

“Desa atau kelurahan tangguh bencana ini kan ada tiga tingkatan, yakni pratama, madya dan utama. Yang ada dan telah terbentuk di Pamekasan ini baru pratama, sedangkan madya dan utama belum,” katanya, menjelaskan.

Sesuai rencana, sambung Firdaus, pihaknya berencana meningkatkan sebagian pokja tangguh bencana itu pada 2019 ke tingkatan yang lebih tinggi, yakni madya dan pratama.

Menurut Kepala BPBD ada dua kelurahan yang akan ditingkatkan statusnya dari pratama ke madya, yakni Kelurahan Patemon dan Gladak Anyar.

“Makanya proses persiapan penjngkatan status dari pratama ke madya ini sedang kami persiapkan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...