Siasati Musim Penghujan, Petani di Lamsel Pilih Tanaman Usia Pendek
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Menyiasati musim hujan atasi kerugian sejumlah petani sayuran di Lampung Selatan memilih jenis tanaman dengan rentang usia pendek. Hal tersebut untuk menghindari serangan hama busuk buah akibat lalat buah (Bactrocera sp.).
Sarijan, salah satu petani sayuran di Desa Kelaten menyebutkan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) jenis lalat buah disebut Sarijan berpotensi menyerang buah.
“Saat musim hujan tanaman sayuran memang rentan diserang hama lalat buah. Beruntung serangan terjadi menjelang panen terakhir karena ditanam saat masih musim kemarau,” terang Sarijan saat ditemui Cendana News, Jumat (23/11/2018)
Sarijan menyebut tanaman sayur miliknya seperti terong ungu, timun sudah ditanam sekitar Agustus dan September. Terong ungu dapat dipanen saat usia 48-52 hari dengan proses pemetikan hingga 15 kali.
Tanaman sayuran jenis timun hibrida yang ditanamnya pertama kali bisa dipanen saat memasuki usia 35 hari. Sayuran yang bisa dipanen hingga belasan kali tersebut sebagian sudah memasuki masa panen tahap akhir
“Sebagian tanaman sengaja ditanam dengan sistem tumpangsari dan selanjutnya akan dirombak dengan sayuran baru berumur pendek,” terang Sarijan.
Pilihan menanam sayuran berumur pendek diantaranya jenis sayuran bayam, sawi, selada, bawang daun, kangkung. Beberapa jenis sayuran tersebut memiliki usia panen tidak lebih dari 45 hari sehingga bisa memberi keuntungan berlipat.
“Meski berumur pendek, antisipasi dari gangguan hama tanaman dilakukan dengan pemeliharaan intensif,” beber Sarijan.
Pemilihan sayuran dengan usia yang lebih pendek dibandingkan jenis sayuran lain diterapkan juga oleh Suwardi. Ia memilih menanam sawi, bayam cabut, bayam petik, kangkung dan kemangi.
“Selama musim penghujan sangat beresiko menanam sayuran umur panjang karena kerugian bisa semakin besar,” beber Suwardi.
Petani penanam cabai merah keriting, Suwoko, warga Desa Sukabaru mengaku tanamannya terserang hama trip. Hama yang mengakibatkan daun menjadi keriting tersebut terjadi saat masa pembuahan pertama.

Ia mengaku penanaman komoditas cabai merah yang tidak tepat membuat ia harus menderita kerugian. Meski sebagian tetap berbuah, namun terjadi penurunan produksi.
Mengantisipasi kerugian akibat serangan hama trip dampak musim penghujan, Suwoko bahkan harus rutin melakukan penyemprotan insektisida. Setelah memasuki masa panen dan dipanen beberapa kali, ia akan merombak tanamannya.
“Lahan yang dimanfaatkan untuk menanam sayuran digunakan untuk menanam jenis sayuran usia pendek dan lekas panen selama musim penghujan,” tutupnya.