Petani Cabai Sleman Antisipasi Penyakit Musim Hujan

Ilustrasi tanaman cabai -Dok: CDN

SLEMAN – Pertanian cabai di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terganggu hama. Kondisi tersebut mulai dirasakan, seiring dengan datangnya musim hujan. Dengan kondisi tersebut, petani cabai di daerah tersebut, mulai mengantisipasi gangguan hama tersebut.

“Pada musim hujan seperti ini, tanaman cabai rawan terserang penyakit dan gangguan lainnya, seperti lahan yang tergenang air, yang bisa membuat busuk tanaman, hingga adanya hama yang menyerang,” kata petani cabai di Dusun Turgo, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Nur Hantoro, Jumat (23/11/2018).

Gangguan yang bisa muncul di tanaman cabai saat hujan yaitu, hama patek, liyer, dan lalat buah. “Hujan deras beberapa hari belakangan ini, membuat sebagian tanaman cabai di lahan seluas 4.000 meter terserang penyakit patek,” tambahnya.

Hujan yang turun dengan deras, membuat lahan cabai menjadi tergenang. Hal itu dapat menganggu pertumbuhan cabai. Selain menghambat pertumbuhan, warna cabai yang merah, ketika musim hujan akan menjadi hitam. Warna hitam tersebut, apabila terjadi di kemarau, cepat hilang. “Warna hitam sehari saja bisa hilang saat kemarau, namun ketika musim hujan, warna hitam pada cabai baru bisa hilang sampai tiga hari,” jelasnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Mandiri, Desa Harjobinangun, Soleh Rosyad, mengatakan, saat musim hujan, petani memilih tidak menanam cabai. Potensi gangguan hama, dan juga gangguan genangan air menjadi pemicu untuk tidak menanam. “Dampak negatifnya, kalau hujan terus menerus itu akan ada gangguan tanaman, apalagi kalau petani tidak teliti merawat tanaman tersebut,” katanya.

Solusi yang diambil petani, dengan memberikan insektisida secara intensif. “Selain itu, juga dengan perawatan dan pengamatan tanaman setiap hari secara cermat,” katanya.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Edy Sri Harmanta, mengatakan, petani dapat mengantisipasi serangan hama patek dengan mensiasati pola tanam. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan fungisida, sebagai langkah preventif pencegahan patek. “Caranya dengan memberi jarak antartanaman agar sirkulasi udara lancar dan mengurangi kelembaban” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...