PADANG ARO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyebut, pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di daerah tersebut, diperkirakan akan segera terhenti.
Persedian tinta untuk mencetak, diperkirakan hanya akan mampu digunakan dari awal Desember 2018 hingga Februari 2019. “Ribbon (tinta cetak e-KTP) di tahun ini yang tersisa hanya dua. Satu tinta untuk mencetak 500 keping e-KTP,” kata Kepala Disdukcapol Solok Selatan, Efi Yandri, Jumat (23/11/2018).
Jika estimasi pencetakan e-KTP setiap hari mencapai 100 hingga 150 keping. Sementara, ribbon yang tersisa hanya bisa melayani pencetakan sampai awal Desember mendatang. “Seperti hari kemarin, kami mencetak 105 e-KTP, sementara sisa blanko KTP ada 4.488, dan data yang Print Ready Record (PRR) ada 4.421,” rincinya.
Seandainya sisa ribbon habis pada awal Desember, maka pencetakan eKTP bisa dilanjutkan kembali sekitar akhir Februari atau awal Maret 2019. “Biasanya anggaran cair pada akhir Februari. Jika awal Maret sudah sudah bisa cetak KTP-el maka sampai H-1 pemilihan umum semua KTP-el telah dicetak,” sebutnya.
Tahun ini, Disdukcapil kehabisan ribbon, sehingga harus menunggu penganggaran di APBD Perubahan 2018. Saat pembahasan anggaran, DPRD menyetujui penambahan anggaran sebanyak Rp46 juta, untuk pembelian 10 ribbon dan tiga retranfer film. “Kami juga meminjam ribbon dari pusat sebanyak lima buah,” tandasnya.
Satu ribbon, tercatat dapat untuk mencetak 500 keping eKTP. Dan di 2019, Disdukcapil telah menganggarkan untuk pembelian ribbon dua kali lipat dibanding anggaran di 2018. Pada delapan hingga 11 November 2018, digelar Pekan Dukcapil di tiga kecamatan di Solok Selatan. Dari kegiatan yang dilaksanakan di 20 lokasi itu, warga merekam data 1.921 orang. Sementara target perekaman minimal 7.000 orang.
Untuk cetak eKTP sebanyak 4.699 orang. “Pekan Dukcapil ini kami fokuskan pada perekaman, karena kalau cetak KTP-el bisa dilakukan di kantor Dukcapil dan didistribusikan ke nagari,” ujarnya.
Tidak tercapainya target perekaman, karena masih belum tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman data KTP-el. “Ini kami sebut, karena sebelum Pekan Dukcapil digelar, telah dipasang spanduk, baliho dan mengumumkannya di masjid-masjid. Serta menyebar undangan sebanyak 12.000 lembar,” pungkasnya. (Ant)