Pesan Pak Harto, Negara Harus Menjamin Kebutuhan Jasmani-Rohani

Jurnalis: Koko Triarko

JAKARTA — Sejak lama dan selama dalam masa pemerintahannya, Presiden Soeharto memberikan perhatian besar kepada pesantren dan dunia Islam. Antara lain, dengan mendirikan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), memberikan bantuan pendanaan masjid di New York-Amerika Serikat, dan pembangunan masjid di negara Bosnia Herzegovina, yang kemudian masjid itu diberi nama Masjid Seoharto.

“Melalui Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), Presiden Soeharto juga mendirikan 999 masjid di seluruh Indonesia. Melalui yayasan ini pula, Pak Harto mengirim ribuan da’i ke daerah transmigrasi untuk program dakwah, pendidikan sekaligus sebagai motor penggerak masjid sebagai sentra peradaban,” beber Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), dalam sambutan acara tablig akbar dan pengajian tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (3/11/2018) malam.

Ustadz Haikal Hasan memberikan tausiah dalam tablig akbar dan pengajian tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu 3/11/2018) malam. Foto: Ist

Putri sulung Presiden Soeharto ini menambahkan, ribuan da’i tersebut juga dibekali ilmu pertanian, sehingga dapat memberikan penyuluhan dan pelatihan pertanian dan peternakan kepada masyarakat.

Tutut Soeharto, Titiek Soeharto dan Mamiek Soeharto saat mendengarkan tausiah saat tablig akbar dan pengajian tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu 3/11/2018) malam. Foto: Ist

Pak Harto, kata Mbak Tutut, selalu mengatakan, manusia itu makhluk material dan sprirtual. Bukan hanya kebutuhan jasmaninya yang harus dipenuhi, namun negara juga harus menjamin kebutuhan rohani masyarakat.

Lihat juga...