Peduli Ketahanan Pangan, HPW Ajak Pemuda Kembangkan Peternakan

TAPOS – Peduli dengan ketahanan pangan masyarakat Indonesia, Haryo Putra Nugroho Wibowo (HPW), cicit dari Presiden Republik Indonesia ke-2 HM Soeharto, mengajak generasi muda untuk menciptakan program ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Upayanya bisa dilakukan melalui bidang peternakan, budi daya ikan lele. Untuk mewujudkan hal tersebut, HPW, menggelar pertemuan jajaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dipimpin Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI), Saddam Al –Jihad, di Tri Ranch, Kampung Tapos, Kecamatan Tapos. Kamis (1/11/2018).

Sebelumnya, HPW telah menggelar penyuluhan budi daya ikan lele untuk 300 personel Babinsa di seluruh Indonesia. Kali ini, HPW menggandeng HMI, yang juga memiliki visi serta misi serupa, yaitu membangkitkan semangat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan melalui generasi muda, untuk menggelar kegiatan untuk penguatan ketahanan pangan tersebut.

Haryo Putra Nugroho Wibowo – dan jajaran HMI di Tapos – Foto Istimewa

Ketua Umum PBHMI, Saddam Al-Jihad, mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan, merupakan bentuk jalinan komunikasi antara HMI dan HPW. Ke depan, akan terjalin kerjasama berkelanjutan, pada kegiatan penyuluhan di bidang peternakan.  “Jadi, yang ingin kita bangun adalah kerjasamannya. Sebelumnya, secara pribadi, kita sudah kenal akrab dengan mas Putra dari 2011. Baru saat ini, terealisasi komunikasi untuk menjalin kerjasama,” tuturnya.

Saddam mengatakan, ke depan kerjasama akan disertai dengan penyuluhan, maupun pelatihan dan pemberdayaan, untuk peternakan dan budi daya bagi kader-kader HMI. “HMI sendiri memiliki bidang Agraria, Kemaritiman, pengelolaan SDA, ini yang nanti bisa kami kerjasamakan. Ini artinya HMI mau bekerjasama untuk hal berkelanjutan terkait dengan ketahanan pangan. HMI juga siap menjadi penyuluh juga,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut, tidak sedikitipun berkaitan dengan muatan politik. Tujuan dari kerjasama yang terjalin semata-mata hanya untuk membangun nawacita generasi muda, untuk peduli nasib ketahanan pangan Indonesia. “Sedikitpun ini tidak ada kaitan dengan politik. Hanya saja memang kerjasama yang terjalin bertepatan dengan tahun politik,” jelasnya.

Menanggapi muatan politik pada pertemuan HPW dan HMI, Perwakilan Hatra Berbagi, Mikael Nainggolan, menambahkan, pertemuan yang digelar tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, dan HPW juga bukan bagian dari anggota maupun pengurus partai politik manapun. “Ini murni semangat kami, mewujudkan cita-cita pemerintah untuk ketahanan pangan Nasional. Persepsi masyarakat mungkin akan muncul, tapi sekali lagi, kami tegaskan, tidak ada muatan politik dalam kerjasama yang terjalin bersama HMI,” ucapnya.

HPW mengatakan, pertemuan pertama ini, ke depannya, akan dianalisa, apa saja yang dapat disinergikan. “Semoga cita-cita kami, dapat berguna bagi masyarakat luas, walaupun kami memulai dari suatu hal terkecil. Insyallah akan menjadi besar. Dengan niat yang baik hasilnya pun akan menjadi barokah,” pungkasnya.

Lihat juga...