Kenalkan Potensi Wisata Desa Lewat Jalan Sehat

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Ratusan peserta, baik lokal maupun mancanegara, mengikuti kegiatan jalan sehat bertajuk Friendship Walk, di Desa Kalangan, Turi, Sleman, Jumat (16/11/2018). Kegiatan ini merupakan rangkaian pembuka iven tahunan Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018. 
Tak sekadar mengikuti kegiatan jalan sehat biasa, peserta JIHW 2018 bertema ‘Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to The World’, ini juga diajak untuk berkeliling mengenal potensi wisata, budaya yang ada di Yogyakarta. Dalam hal in, Desa Wisata Kalangan, Turi, Sleman.
Salah seorang peserta dari Jepang, Mr. Hata, yang merupakan wakil Internasional Walking Assosiation, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Ia datang bersama sejumlah rekan lainnya, untuk meramaikan penyelenggaraan JIHW 2018 yang tahun merupakan gelaran yang ke-10.
Sementara itu, peserta lainnya asal Jakarta, Dolly, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, setelah diajak oleh seorang rekannya.
Meski baru pertama, ia menilai iven JIHW sangat menarik untuk diikuti, karena memadukan berbagai unsur, mulai dari olah raga, gaya hidup sehat, pariwisata, budaya, sosial dan lainnya.
“Sangat menarik. Karena dengan ikut iven ini, saya bisa melihat dan mengenal hal-hal yang belum pernah saya alami. Seperti mengenal lebih dekat masyarakat lokal. Bahkan, ini pertama kali saya masuk ke sawah, lihat orang membajak, memanen cabai, dan sebagainya,” ujarnya.
Mr. Hata, Peserta asal Jepang
Selain berolah-raga pagi, para peserta memang diajak berkeliling desa, dengan rute yang sengaja dibuat masuk ke sawah-sawah dan jalanan pelosok desa. Para peserta dari sekitar 20 negara, diberikan kebebasan memilih rute, yakni 5 kilometer atau 10 kilometer.
Panitia lokal, sekaligus tokoh desa Kalangan, Endrik Helisuryanta, menyebut adanya kegiatan berskala international semacam ini dinilai sangat positif dalam membantu pengembangan dan mengangkat pariwisata Desa Kalangan. Terlebih, Desa Kalangan masih merupakan rintisan desa wisata yang baru.
“Kita bisa mengenalkan potensi yang kita miliki. Baik potensi wisata, budaya, pertanian, peternakan, dan lainnya,” katanya.
Lihat juga...