Jalur Pendakian Rinjani di Aik Berik Resmi Dibuka
Editor: Mahadeva WS
LOMBOK TENGAH – Jalur pendakian Gunung Rinjani, melalui Aik Berik. Lombok Tengah, resmi dibuka oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama Pemkab Lombok Tengah. Jalur pendakian tersebut, sebelumnya ditutup total, setelah terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu.
Bupati Lombok Tengah, H.M. Suhaili Fadil Tohirengataka, menyebut, masyarakat Lombok Tengah patut berbangga dan bersyukur, pendakian Gunung Rinjani, bisa dilakukan melalui jalur Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara. “Dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani ini, bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar jalur pendakian. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, akan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Suhaili, Senin (19/11/2018).

Selain membuka jalur pendakian Rinjani, Pemkab Lombok Tengah juga bersiap membangun museum arkeologi dan geologi Gunung Rinjani. Keberadaanya menjadi media pengumpulan benda-benda bersejarah, dan aktivitas geologi, yang pernah terjadi, khususnya di Lombok Tengah.
Kepala Balai TNGR NTB, Sudiono, mengatakan, pembukaan jalur pendakian Aik Berik, dilakukan setelah adanya survey pada 3-5 Oktober 2018 dan survey pada 2-6 November 2018. Survey dilakukan tim yang beranggotakan Badan Mitigasi dan Geologi, TNI, POLRI, SAR NTB, komunitas pendaki gunung, Kelompok pemuda Aik Berik dan Mahasiswa pencinta alam dari beberapa universitas di NTB.
Dari hasil survey dinyatakan, jalur pendakian Aik Berik aman dan refresentatif. Sehingga keberadaanya bisa dijadikan sebagai jalur alternatif pendakian ke Gunung Rinjani, setelah jalur Sembalun di Lombok Timur, untuk sementara ditutup pascagempa Lombok. “Melalui jalur Aik Berik, jsatalur tracking Rinjani bisa ditempuh kurang lebih enam jam, mulai dari pos I Koko Terang, sampai dengan pos V Pelawangan,” katanya
Selain jarak tempuh yang cukup singkat, track Rinjani melalui Aik Berik, memiliki spot panorama alam, flora dan fauna, yang sangat menakjubkan. Di jalur tersebut, bisa ditemui 50 lebih jenis kupu-kupu yang salah satunya adalah kupu-kupu langka Hilena. Ada juga 75 jenis tanaman anggrek.
Di pos IV, pendaki akan disuguhi indahnya pesona air terjun Umar Maye, yang konon merupakan tempat pemandian dan pertapaan Putri Anjani “Untuk pemandu dan porter, sudah terdaftar hampir 1.000 orang, yang berasal dari warga masyarakat Desa Aik Berik dan sekitarnya. Komunitas pemandu wisata, asosiasi pariwisata dan para Mahasiswa pencinta Alam,” jelasnya.