Capaian Imunisasi MR di Malut Rendah

Imunisasi, ilustrasi -Dok: CDN

TERNATE – Dinas Kesehatan Maluku Utara (Malut) menyebut, capaian imunisasi campak Measles dan Rubella (MR) di daerah tersebut masih rendah. Dengan kondisi tersebut, dilakukan penambahan alokasi waktu pemberian imuniasi MR.

Penambahan waktu tersebut, mengikuti ketentuan dari Menteri Kesehatan, yang disampaikan melalui Surat Edaran (SE). Hingga akhir Oktober 2018, capaian imunisasi MR di Malut baru 87 persen. “Tambahan waktu hingga 31 Desember 2018, akan dimanfaatkan Dinas Kesehatan Malut, dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi target,” kata Kepala Seksi Surveilens dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Malut, Muhammad Isa Tauda, Senin (19/11/2018).

Perpanjangan waktu pemberian imunisasi MR dilakukan oleh Kemenkes, karena sebagian besar provinsi di luar Jawa, belum mencapai target jumlah anak, usia sembilan bulan hingga 15 tahun yang diimunisasi MR. Dengan perpanjangan waktu, masyarakat dapat membawa anaknya ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) atau Puskesmas terdekat, untuk mendapatkan imunisasi.

Masyarakat diminta tidak ragu, karena program tersebut, untuk kepentingan dan kesehatan anak. Dinkes Malut disebutnya, telah meminta kabupaten dan kota, menggerakan warga untuk imunisasi MR. Hal itu untuk membantu pencapaian target yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fatyiah Summa, menyebut, capaian imuniasi dan campak MR di daerahnya, hingga saat ini di angka 52 persen. Jumlahnya masih lebih rendah dari target yang ditetapkan. “Dengan perpanjangan waktu untuk imunisasi MR ini, kami berupaya agar pencapaian 95 persen untuk campak MR di Kota Ternate bisa terwujud,” tandasnya.

Imunisasi campak MR di Ternate, masih terus berlanjut sampai akhir Desember 2018. Dinas Kesehatan ternate, menerapkan strategi penanganan di setiap pos pelayanan, baik di Puskesmas maupun yang dibentuk sebagai strategi untuk menjaring sasaran yang belum sempat di imunisasi. (Ant)

Lihat juga...