Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah/ Foto: Turmuzi
MATARAM – Untuk lebih meningkatkan nilai ekonomi dan mendorong daging sapi bisa lebih maksimal terserap di sejumlah hotel dan restoran, pada 2019 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan memaksimalkan industri pengolahan daging sapi.
“Pemprov NTB pada 2019 akan lebih memfokuskan peningkatan nilai ekonomi sapi yang dihasilkan NTB, dengan membangun industri pengolahan,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah, di Mataram, Selasa (6/11/2018).
Hal itu, agar hasilnya lebih maksimal dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pembangunan industri pengolahan daging sapi akan melibatkan investor berbasis pijar.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan, selain sebagai upaya meningkatkan ekonomi dari sapi yang dihasilkan, karena dari sisi populasi, sapi NTB mencapai di atas satu juta ekor.
“Kita tingkatkan lagi ke depan, memang tahapannya berbeda beda, kemarin produksi, besok membangun industri pengolahannya,” katanya.
Terkait keberadaan daging lokal NTB yang dinilai kalah dari daging luar, dan belum maksimal diserap hotel dan pengusaha rumah makan, Ridwansyah mengatakan, hotel tidak bisa dipaksa membeli daging lokal.
“Karena mungkin NTB kalah dalam hal pengolahannya. Tapi, satu hal yang kuat dugaan menjadi penyebabnya, NTB gagal menjaga kontinuitas. Ketika orang membutuhkan sekian ton daging, kita mungkin gagal pemenuhannya,” katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya tidak bisa mengatakan hal itu tidak berhasil, melainkan dari sisi pengolahan memang belum maksimal.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Hewan NTB, Aminurrahman, mengatakan, NTB menjadi salah satu provinsi yang menjadi perhatian khusus untuk pengembangan ternak, mengingat potensinya yang cukup besar.
Dikatakan, selama ini NTB telah banyak berkontribusi terhadap peternakan nasional, mulai dari pengiriman daging dan pengiriman pedet/anak sapi ke beberapa daerah di Indonesia.
Pada 2017, NTB telah mengekspor 30.000 ekor sapi dan sapi pedet sebanyak 10.000 ekor. Dengan potensi yang besar itu, NTB berpeluang dikembangkan sebagai pusat produksi sapi nasional.