DP3A Sulteng: Pascabencana Perempuan Rentan Miskin
PALU — Kasubdit Perlindungan Hak Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Irmawati Sahi menilai perempuan di daerah terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala rentan miskin.
“Salah satu dampak bencana yaitu membuat perempuan semakin rentan kemiskinan,” ucap Irma di Palu, Jumat (23/11/2018).
Perempuan adalah kelompok yang paling rentan ketika terjadi dan pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi.
Kehilangan keluarga, tempat tinggal, lapangan pekerjaan, menjadi faktor bertambah lebarnya kesenjangan sosial antara perempuan dan kaum adam.
Perempuan sebagai korban gempa, tsunami dan likuifaksi, sebut dia, memikul dan menjalani beban dan tantangan hidup yang lebih berat.
Hal yang jelas perempuan korban gempa, tsunami dan likuifaksi mengalami penderitaan yang lebih berat akibat bencana, kata Irma.
Pascabencana masalah baru mengemuka yaitu kemiskinan bertambah, banyak perempuan yang kehilangan lapangan pekerjaan akibat dari gempa.
Hal ini menjadi masalah serius, yang harus menjadi fokus semua pihak untuk membangun/membangkitkan kembali perempuan menuju kesejahteraan.
Bencana alam gempa bumi, likuifaksi dan tsunami menghancurkan beberapa wilayah termasuk bangunan gedung dan permukiman warga.
DP3A, sebut dia, menggandeng Yayasan Sikola Mombine untuk berupaya menyediakan fasilitas ramah dan aman bagi perempuan sebagai upaya mengantisipasi kerentanan tersebut. [Ant]