Masyarakat di Bekasi Diminta Waspadai DBD Saat Pergantian Musim
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BEKASI — Menghadapi pergantian musim dari kemarau ke hujan, yang menyebabkan banyaknya genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Ciri dari penyakit ini, awalnya adalah panas tinggi secara mendadak, kemudian reda sebentar dan panas tinggi lagi. DBD biasanya disertai dengan nyeri sekujur tubuh,” sebut kepala Puskesmas Pekayon Jaya, dr. Agung Insani Firdaus kepada Cendana News, Jumat (23/11/2018).
Disebutkan, bagi warga yang sudah curiga demam berdarah, maka segera bawa ke Puskesmas terdekat atau klinik untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
“Jika di lingkungannya terdeteksi ada DBD, segera melapor ke Puskesmas terdekat. Nanti akan dilakukan penyelidikan epidemilogi,” tandas Agung.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus DBD, imbuhnya, disarankan warga untuk melakukan 3M plus, yakni menguras, menutup, dan mencegah seperti tidur dengan menggunakan kelambu, menggunakan obat nyamuk dan sebagainya.
Ia menilai langkah foging kurang efektif dalam mencegah penyebaran DBD. Lebih efektif jika warga melakukan 3M plus.
“Upaya itu bisa dilakukan dengan membersihkan genangan air di belakang kulkas, menutup bak, pot bunga. Karena itu potensi berkembangnya jentik nyamuk DBD,” tukasnya.
Menurutnya, DBD bisa menyerang siapa saja, meskipun kondisi kekebalan tubuh sedang bagus.
Sementara itu, terkait pilek dan batuk, memang hal biasa di pergantian musim. Yang perlu dilakukan yakni dengan mengonsumsi sayuran, buah dan makanan yang mengandung vitamin untuk menjaga stamina dan kekebalan tubuh.