Dokter Shandy: Paham Diabetes Sejak Dini akan Hindari Komplikasi
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
DKI — Rumah Sakit Cendana memberikan pemahaman terkait diabetes kepada masyarakat sekitar dengan harapan dapat memberikan informasi akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan juga menghindari dari hoax terkait penyakit ini.
“Memahami diabetes dengan baik berarti kita akan mampu menghindari komplikasi dan tentunya menghindari biaya tinggi untuk mengobati akibat yang timbul dari penyakit ini,” kata dr. Shandy Perkasa saat memberikan edukasi pada masyarakat di Auditorium RS Cendana, Jumat (23/11/2018).
Shandy menegaskan, diabetes ini mampu menyerang setiap organ di tubuh manusia dan pasien yang mengidap pun sudah mulai menjangkau usia yang lebih muda.
“Gejala diabetes bisa terdeteksi dari gangguan yang ringan hingga yang berat. Misalnya seperti berat badan yang turun secara drastis, kesemutan di beberapa titik tubuh maupun nafsu makan yang meningkat,” papar dr. Shandy.
Ditekankan, efek jangka panjang, mampu menurunkan tingkat kualitas dari kehidupan pengidap diabetes. Sehingga sangat penting untuk mengetahui sejak dini.
“Biasanya jika sudah 30 tahun, penting sekali untuk cek setahun sekali. Karena gaya hidup itu sangat mempengaruhi risiko diabetes pada tubuh kita. Riwayat kesehatan serta umur akan mempengaruhi interval pemeriksaan. Penting untuk ditekankan pada masyarakat bahwa gula adalah kolesterol baru. Lupakan semua yang namanya gula. Misalnya, jangan minum teh atau kopi dengan gula,” katanya.
Jika memang sudah memiliki diabetes, dr. Shandy menyatakan tidak perlu merasa takut. Yang penting adalah melakukan pengelolaan pada jumlah asupan makanan yang masuk ke tubuh makanan kita.
“Kebanyakan masyarakat Indonesia itu kelebihan 1.500 kalori setiap harinya. Banyak masyarakat kita yang merasa takut untuk mengurangi makanan. Padahal sama sekali tidak susah. Tidak perlu timbang-timbang makanan, yang ada pasien saya malah tambah stres,” ujar dr. Shandy sambil tertawa.
Shandy mencontohkan hanya perlu menggunakan piring makan, yang memasukkan semua makanan yang kita makan dalam 4 bagian, termasuk buah.
“Nasi itu hanya cukup 3-5 sendok makan saja. Sisanya kita makan lauk pauk saja. Walaupun aawalnya susah tapi itu akan berhasil,” ujarnya lebih lanjut.
Tak kurang, dr. Shandy juga menegaskan cara olahraga yang tepat merupakan kunci untuk menjaga kadar gula di dalam darah.
“Olahraga yang perlu dilakukan hanya jalan cepat sekitar 30-45 menit, 5 hari dalam seminggu. Itu cukup. Tidak perlu terlalu berat. Dan intinya adalah olahraga aerobik atau olahraga kardio dimana detak jantungnya secara simultan meningkat. Bukan cuma sekedar capek doang,” ucapnya.
Terkait hoax bahwa obat diabetes mampu menimbulkan kerusakan pada ginjal, dr. Shandy menegaskan bahwa obat diabetes dan obat hipertensi tidak menimbulkan kerusakan pada ginjal.
“Saat seseorang memiliki kandungan darah yang tinggi, itu artinya dia membutuhkan obat untuk mengontrolnya. Dan saya ingin, setiap orang yang sudah saya motivasi tentang pentingnya obat ini mampu menyampaikan ke orang lain sehingga tidak ada yang berhenti minum obat diabetes karena takut ginjalnya rusak,” pungkas dr. Shandy.