Dirikan 230 Rumah Warga, Yayasan Damandiri Libatkan Koperasi
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Keberadaan Desa Mandiri Lestari (DML) binaan Yayasan Damandiri untuk mengangkat kesejahteraan orang miskin, semakin berkembang dan maju. Sebanyak 230 rumah diprogramkan dapat dibangun, dan saat ini sudah terealisasi 158 unit rumah.
Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus, mengatakan pada DML terdapat program bangun rumah atau bedah rumah. Sebanyak 30 rumah diprogramkan dibangun di setiap desa, dan untuk tahap pertama sebanyak 15 rumah.

“Pihak yayasan menunggu selesainya tahap pertama tersebut, sekaligus laporan mereka dibuat. Setelah tahap pertama selesai, bisa mengajukan pengerjaan tahap kedua, dan yayasan langsung memberikan dana kembali untuk pengerjaan 15 rumah selanjutnya,” jelas Firdaus kepada Cendana News di sela-sela acara Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Rencana Strategis dan Rapat Kerja Koperasi Mitra Yayasan Damandiri, belum lama ini.
Disebutkan Firdaus, target yang direncanakan dari Yayasan Damandiri seharusnya sudah tercapai dengan dana yang sesuai dibutuhkan. “Namun kenapa belum selesai, masalahnya dimana, itu yang akhirnya harus dicari permasalahannya dengan acara seperti ini (diklat-red),” katanya.
Firdaus mengatakan, program bangun rumah yang dilakukan Yayasan Damandiri sudah mengikuti mekanisme dan SOP yang berlaku. Meski begitu, tetap diperlukan pembelajaran karena yang dihadapi adalah masyarakat yang berbeda tempat atau daerah lain.
Salah satu faktor mengapa koperasi terkendala untuk maju, menurut Firdaus disebabkan karena sumber daya. Untuk itu, sumber daya koperasi perlu diedukasi berkaitan dengan pelaksanaan ketika berhubungan dengan masyarakat nantinya. Dan, menerapkan mekanisme agar teratur.
Untuk itu, digelar raker bersama mitra koperasi Yayasan Damandiri, dengan tujuan antara lain memberikan edukasi dan membicarakan soal anggaran. Selain itu, membicarakan soal strategi.
“Dengan adanya edukasi sumber daya koperasi diharapkan kesulitan ataupun kendala-kendala yang mereka hadapi tidak ada lagi karena sudah jelas SOP-nya. Perlu diketahui Yayasan Damandiri merupakan satu-satunya Yayasan di Indonesia yang ber-ISO,” ungkapnya.
Dijelaskan Firdaus, dalam pengembangan Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri membuat tahapan dalam rentang lima tahun. Pada tiga tahun pertama penguatan desa dengan program-program yang dibuat oleh yayasan, dan dua tahun selanjutnya proses pemantapan.
“Harapan kita memang lima tahun untuk DML, dan rencana strategisnya akan dibuat untuk lima tahun. Selo Samiran merupakan contoh konkret DML, baru berjalan tahun kedua penguatannya sudah relatif berjalan, baik koperasi maupun masyarakatnya. Untuk jangka pendek di Pasarean, Bogor akan seperti Selo,” jelasnya.
Firdaus mengungkapkan, sekarang ini Yayasan Damandiri semakin fokus membangun desa dengan menawarkan program pada tiga tahun pertama 15 desa secara terintegrasi sehingga semakin jelas sasaran yang dituju Yayasan Damandiri. Yakni mengentaskan kemiskinan dengan sasaran utama orang miskin Pra KS dan KS 1.
Contoh metode penguatan yang dilakukan Yayasan Damandiri untuk orang miskin melalui pendataan sehingga sasaran menjadi tepat. Mereka diberi rumah atau rumahnya dibedah, diberikan kegiatan dengan bantuan pinjaman mikro.
“Cita-cita dari Yayasan Damandiri, salah satunya minimal income perkapita mereka di atas UMR (Upah Minimum Regional) daerah, yakni Rp5 juta sebulannya. Itu standar penilaian kita untuk ukuran sejahtera,” pungkasnya.