Damkar Bojonegoro: Kerugian Akibat Kebakaran di 2018 Capai Rp5,9 Miliar
BOJONEGORO — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur cenderung meningkat karena banyak masyarakat membakar sampah, kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Sukirno.
“Tahun ini terjadi 78 karhutla sampai Oktober. Tapi kebakaran yang terbanyak kebakaran lahan atau sampah, sedangkan kebakaran hutan tidak banyak,” kata dia di Bojonegoro, kemarin.
Ia mengatakan sejak 1 Januari sampai akhir September 2018 terjadi 49 karhutla. Namun, selama Oktober terjadi 29 karhutla sehingga jumlah total 78 karthula.
Berdasarkan data yang diterima, lanjut dia, sebagian besar karhutla disebabkan sampah yang dibakar warga kemudian apinya membesar dan merembet ke tempat lain.
“Warga kemudian panik dan melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran,” kata dia.
Hal itu, katanya, berbeda dengan dahulu di mana kebakaran sampah atau lahan jarang dilaporkan.
Ia mengatakan sekarang dengan mudahnya komunikasi maka kebakaran sampah yang membesar kemudian warga memanggil petugas pemadam kebakaran.
“Apalagi dalam memadamkan kebakaran karhutla tidak dipungut biaya,” ucapnya.
Ia menyebutkan 78 karhutla itu menimbulkan kerugian Rp7,5 juta, karena ada sebagian kecil kejadian karhutla yang menjalar ke pemukiman warga.
“Tapi kebakaran hutan tidak menimbulkan kerugian karena hanya semak-semak yang terbakar,” ujarnya.
Berdasarkan data, sejak 1 Januari sampai Oktober terjadi 148 kebakaran rumah, karhutla, pasar/pertokoan, gudang/oven, instansi, kandang, kendaraan bermotor, kabel PLN, dan lainnya dengan kerugian mencapai Rp5,9 miliar.
“Tahun lalu terjadi 101 kejadian berbagai kebakaran dengan kerugian sekitar Rp3,2 miliar,” ucapnya. [Ant]