Bantuan Pangan Nontunai Dinilai Tepat Sasaran

Ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Hasil evaluasi Bank Indonesia, menunjukkan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada keluarga penerima manfaat, dengan menggunakan sistem nontunai, dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.
“Selama ini, permasalahan yang mengemuka dalam penyaluran bantuan sosial adalah perlu waktu dan biaya, rawan kebocoran, memicu perilaku konsumtif dan kurang tepat sasaran, namun setelah disalurkan secara nontunai, persoalan tersebut dapat teratasi,” kata Asisten Analis BI Perwakilan Sumbar, Reza Pahlevi Ananda, saat pelatihan wartawan ekonomi wilayah Sumatra Barat, di Yogyakarta, Jumat (16/11/2018).
Menurutnya, pemberian bansos nontunai juga merupakan bagian dari pelaksanaan gerakan nasional nontunai yang digagas BI, sebagai upaya memperkenalkan lembaga keuangan formal kepada penerima.
Ia menjelaskan, sejak 2014 pemerintah membuat kebijakan pemberian bansos nontunai, menggantikan program raskin dengan pemberian bantuan sebesar Rp110 ribu per bulan, yang disalurkan lewat rekening dan hanya bisa dibelanjakan bahan kebutuhan pokok di “e-warong”.
Kemudian program keluarga harapan berupa bantuan bidang pendidikan yang disalurkan setiap tiga bulan, senilai Rp1,89 juta kepada keluarga penerima manfaat.
“Dengan menggunakan sistem nontunai, bantuan menjadi lebih tepat waktu dan tepat jumlah karena tidak ada lagi celah melakukan pemotongan oleh petugas,” kata dia.
Ia menyampaikan, penyaluran bantuan sosial nontunai tersebut dilakukan dengan menggunakan kartu kombo, yaitu satu kartu yang bisa berfungsi sebagai uang elektronik dan sekaligus ATM.
“Selain itu, penggunaan sistem ini juga mencegah tindak kejahatan,” ujarnya.
Reza menyebutkan, di Sumbar realisasi penyaluran dana Program Keluarga Harapan hingga tahap III 2018, telah mencapai sekitar Rp50,28 miliar, dari rata-rata bantuan yang telah disalurkan Pemprov Sumbar mencapai Rp65,11 miliar, diterima sebanyak 25.044 keluarga penerima manfaat. (Ant)
Lihat juga...