Sebulan di Lombok, Relawan Asal Jateng Geser ke Palu
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAKASSAR — Gabungan sejumlah relawan dan komunitas asal Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 16 orang bersiap menuju ke lokasi bencana gempa bumi tsunami di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah.
Herlambang Rumono, relawan dari Granat Rescue Semarang menyebut beberapa relawan merupakan tim yang berasal dari wilayah Pekalongan, Semarang, Magelang serta tim rescue di Jawa Tengah.

“Meski berasal dari sejumlah komunitas di wilayah Jawa Tengah, koordinasi dilakukan dengan tim rescue dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah di lokasi bencana,” terang Herlambang di Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (10/10/2018).
Pengalaman ikut penanganan bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat membuatnya dan relawan lain tergerak ke Palu. Meski kondisi berbeda, namun sejumlah peralatan rescue yang dibawa masih tetap sama.
Relawan lain, Yudis Panji dari tim rescue komunitas Semut Semarang menyebutkan, saat gempa Lombok, beberapa anggota ditugaskan dalam kegiatan rescue selama 36 hari.
“Satu bulan di Lombok, personel rescue tergerak untuk kembali membantu pengungsi gempa Palu,” beber Yudis Panji.
Disebutkan, yang dibawa di antaranya, tenda, obat-obatan serta peralatan trauma healing. Obat-obatan dibawa serta, sesuai permintaan dari sejumlah posko yang membutuhkan.
Yudis Panji menyebut semula akan berangkat melalui pelabuhan Tanjung Emas Surabaya ke Makassar. Namun karena jalur tersebut membutuhkan waktu lebih lama, sejumlah relawan memilih menggunakan jalur udara melalui Bandara Adi Sumarno dilanjutkan melalui Lanud Sultan Hasanudin.
Ratusan relawan yang masih tertahan di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar yang menginap sebelum berangkat ke Palu mendapat pelayanan dari relawan asal Makassar. Relawan dari wilayah Makassar bahkan mendirikan sejumlah toilet serta tenda tenda darurat untuk menampung paket bantuan dari sejumlah wilayah di Indonesia.