Hujan Lebat Tewaskan Sembilan Orang di Sri Lanka
KOLOMBO, SRI LANKA — Sembilan orang telah dilaporkan meninggal sejauh ini, sementara 17 orang cedera dan satu orang dilaporkan hilang akibat hujan lebat yang mengguyur seluruh Sri Lanka sejak Rabu lalu, kata Juru Bicara Pusat Penanganan Bencana (DMC).
Lebih dari 70.000 orang telah terpengaruh sementara lebih dari 15.000 orang telah meninggalkan rumah mereka saat angin kencang terus menerjang dan hujan lebat terus mengguyur, kata Pradeep Kodippili di dalam perubahan terkini laporan DMC pada Rabu.
Kodippili mengatakan beberapa jalan di bagian selatan masih terendam air dan sementara permukaan air surut, dan mereka yang tinggal di daerah dataran rendah didesak agar berhati-hati karena hujan diperkirakan masih mengguyur pada Selasa malam.
Ia mengatakan peringatan merah mengenai tanah longsor masih diberlalkukan di Kabupaten Kalutara, di selatan, dan rakyat di daerah rentang bencana telah diungsikan ke tempat penampungan yang aman.
Kondisi darurat juga telah ditetapkan oleh DMC buat mereka yang memerlukan bantuan atau terjebak akibat banjir, demikian laporan Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Rabu siang.
Presiden Maithripala Sirisena, yang saat ini melakukan kunjungan kenegaan ke Seychelles, pada Selasa menginstruksikan Menteri Penanganan Bencana Duminda Dissanayake agar memberikan bantuan darurat dan bantuan lain buat rakyat yang terpengaruh.
Ia memerintahkan dilanjutkannya pemberian pasokan makanan kering, air minum dan instalasi kesehatan buat mereka di tempat penampungan yang aman dan mereka yang terpengaruh banjir.
“Bapak Presiden telah menyampaikan keprihatinannya yang mendalam buat orang yang terpengaruh oleh kondisi cuaca buruk, dan menyampaikan belasungkawannya yang paling dalam kepada anggota keluarga orang yang meninggal,” kata kantornya di dalam satu pernyataan.
Presiden tersebut juga menginstruksikan ketiga-angkatan agar membantu operasi bantuan bencana.
Departemen Meteorologi, di dalam perubahan keterangan terakhirnya mengenai cuaca, mengatakan Topan Siklon “TITLI” di Teluk Benggala kini berada 1.000 kilometer dari Trincomalee, di timur, dan diperkirakan bergerak menuju arah barat-laut ke pantai Andhra Pradesh, India.
Namun, Departemen itu memperingatkan hujan lebat dengan curah hujan 75 milimeter dapat turun di beberapa tempat di provinsi Uva dan Sri Lanka Selatan dan di Kabupaten Ratnapura serta Kalutara di bagian selatan negeri tersebut pada Selasa malam waktu setempat. [Ant]