Ratusan Pelari, Meriahkan Batik Run Sampit

Ilustrasi lomba lari maraton - Foto: Dokumentasi CDN

SAMPIT – Lebih dari 500 pelari pemula dan profesional, dari sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, meramaikan Batik Run atau lari menggunakan batik, yang dilaksanakan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat positif bagi masyarakat. Kami bahkan mendorong, diadakan kegiatan berskala lebih besar lagi, khususnya saat peringatan hari ulang tahun Kotawaringin Timur pada 7 Januari nanti,” kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Publik, Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, H Dedy Purwanto, Minggu (14/10/2018).

Kegiatan yang digagas AM Runners itu, dipusatkan di area Parkir Citimall Sampit. Peserta berlari menempuh jarak empat kilometer, dengan rute dari Citimall menuju Bundaran Balanga, kemudian kembali ke Citimall Sampit. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pehobi olahraga lari, ikut memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober lalu.

Sesuai tema kegiatan yaitu Batik Run, maka peserta dibekali slayer bermotif batik yang dipakai di kepala, leher, tangan atau baju. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan positif seperti itu. Olahraga salah satu cara untuk mengarahkan generasi muda, pada kegiatan positif sehingga terhindar dari kegiatan negatif, seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, narkoba dan lainnya.

Kegiatan tersebut, juga diikuti pelari dari luar daerah. Secara tidak langsung kegiatan itu sejalan dengan program pemerintah daerah memperkenalkan Sampit sebagai kota tujuan wisata di Kalimantan Tengah.

Ketua AM Runners Sampit, Stevani Susanto, mengaku senang, karena cukup banyak pelari yang antusias mengikuti acara tersebut. Sebelumnya, telah digelar kegiatan serupa bertajuk Fun Run, dengan jarak tempuh sejauh dua kilometer. “Kami terus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya melalui olahraga lari karena murah meriah. Kali ini juga mengangkat tema batik untuk memperingati Hari Batik Nasional,” kata Stevani.

Panitia membatasi peserta, hanya sebanyak 500 orang, karena alasan kemampuan panitia melakukan persiapan. Peserta tidak hanya berasal dari Sampit dan sekitarnya, tetapi juga dari daerah lain seperti Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. (Ant)

Lihat juga...