Petani Tembakau Ngawi Diuntungkan Kemarau Panjang
NGAWI – Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Jawa Timur, Sojo menyatakan, anggota organisasi tersebut diuntungkan musim kemarau panjang, pada musim panen 2018.
Musim kemarau yang panjang membuat kualitas tanaman tembakau menjadi lebih baik. Hasil panen dan pengolahannyapun juga menjadi lebih baik. “Alhamdulillah, kalau kemarau panjang seperti saat ini, kami justru lebih untung. Malahan lebih untung daripada saat menanam padi dua kali musim tanam,” ujar Sojo, Selasa (2/10/2018).
Saat panas, daun tembakau akan tumbuh maksimal dan berkualitas. Selain itu, petani juga lebih mudah dalam mengolah tanaman tembakaunya, karena sinar matahari yang diperlukan untuk penjemuran sangat cukup. “Musim kemarau merupakan musim yang tepat untuk menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air,” tandasnya.
Selain kualitas tanaman yang dinilai cukup bagus, harga tembakau saat musim kemarau juga lebih tinggi. Saat ini, harga daun tembakau kering bisa mencapai Rp38.000 per kilogram. Sebagian besar jenis tembakau yang ditanam di wilayah Kabupaten Ngawi adalah varietas Madura. Dari 1.000 hektare lahan tembakau di wilayah Karangjati, Ngawi, 75 persennya adalah varietas Madura.
Hasil panen petani tembakau Ngawi, mayoritas terserap untuk kebutuhan industri rokok besar, yang telah bekerja sama dengan petani selama ini. Data BPS Ngawi mencatat, luas lahan tembakau yang ada di Kabupaten Ngawi mencapai 2.025 hektare. Adapun wilayah yang paling banyak digunakan untuk pengembangan tanaman tembakau berada di Kecamatan Karangjati. (Ant)