Pemkab Jayawijaya Datangkan Mesin Penunjang Potensi Perekonomian
WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, bersama Rumah Pemberdayaan Indonesia, mendatangkan sejumlah mesin untuk meningkatkan perekonomian warga. Utamanya mesin untuk sektor usaha kopi, madu, pakan ternak, dan perabot plastik.
Direktur Rumah Pemberdayaan Indonesia, Ahmad, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya mengatakan, telah dilakukan pemasangan empat unit mesin pengolah biji kopi di Distrik Wollo. “Begitu juga dengan mesin madu. Produknya akan dikemas di sini,” katanya, Selasa (2/10/2018).
Khusus mesin pengolah sampah plastik, sudah didatangkan empat unit. Mesin tersebut akan dipasang di Kampung Lantipo, Distrik Wamena. “Tujuannya supaya kabupaten di seputaran pegunungan Papua ini, bisa menyuplai bahan baku dan juga terbebas dari sampah. Di pabrik ini langsung diproduksi piring, gelas, ember dan perabot berbahan plastik lainnya,” tambahnya.
Ahmad mengatakan, juga akan segera dipasang mesin pengolahan makanan ternak babi di Kampung Elalukama. Jumlah penternak babi di Jayawijaya cukup banyak, sehingga mesin itu akan sangat membantu.
Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo mengatakan, diperlukan waktu tiga bulan dari Rumah Pemberdayaan Indonesia, untuk melihat potensi pemberdayaan di Wamena. “Sekarang kita butuh penyiapan SDM yang mamadai untuk mengelola potensi yang besar ini. Contoh pengolahan kopi di tulis di kemasan Kopi Wamena, namun dikelola di Manokwari Papua Barat,” jelasnya.
Jika daerah lain bisa menghasilkan Rp24 miliar per tahun dengan potensi yang dimiliki. John yakin, Jayawijaya juga bisa melakukannya. “Saya minta kepada bupati terpilih untuk tahun depan tidak boleh ada proposal yang masuk minta bantuan pada pemerintah, karena kampung harus berfokus mengelola potensi daerah masing-masing,” pungkasnya. (Ant)