Peneliti: Industri Keris di Sumenep Berkembang Pesat
Editor: Koko Triarko
Rektor UB, Prof. Nuhfil Hanani, saat membuka acara Seminar Nasional Keris Nusantara. –Foto: Agus Nurchaliq
MALANG – Diakuinya keris sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNSECO), cukup memberikan dampak positif pada peningkatan jumlah produksi keris di Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Sumenep, Madura.
Hal itu disampaikan Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud), Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unggul Sudrajat.
“Potensi pengembangan industri keris di Sumenep berkembang pesat pascapengakuan keris oleh UNESCO. Bahkan, saat ini Sumenep menjadi sentra industri keris terbesar di Indonesia,” ujarnya, saat menjadi pembicara Seminar Nasional Keris Nusantara yang diadakan Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya (UB), Senin (15/10/2018).
