Nelayan Singkawang Peroleh Bantuan Konverter Kit Gas
SINGKAWANG – Sebanyak 92 nelayan kecil, di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), memperoleh bantuan paket konverter kit, bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.
“Kami berharap dengan bantuan paket konverter kit ini, bisa meringankan biaya operasional nelayan, sehingga bisa meningkatkan perekonomian para nelayan di Singkawang, dan Kalbar umumnya,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, Minggu (21/10/2018).
Diharapkan, nelayan Singkawang menjaga dan mempergunakan sebaik-baiknya paket bantuan konverter kit yang diterima. Sehingga bisa bermanfaat untuk membantu meningkatkan perekonomian. “Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan paket konverter kit bagi 214 nelayan di Kabupaten Mempawah, dan menyusul di Singkawang ini. Sementara untuk di seluruh Indonesia, 25 ribu unit yang tersebar di sebanyak 55 daerah, termasuk di Kalbar,” tambahnya.
Nelayan yang mendapat bantuan, harus memenuhi kriteria seperti, nelayan kecil yang memang sangat membutuhkan bantuan, yakni nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah lima Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP). “Bantuan paket konverter kit BBM ke elpiji, terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung elpiji tiga kilogram dan aksesoris pendukung lainnya,” rincinya.
Selain itu, program tersebut menjadi wujud komitmen mendukung upaya pemerintah, untuk semakin mensejahterakan kehidupan nelayan kecil. Serta mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia, karena dengan menggunakan bahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional hingga Rp50 ribu per hari.
Sekda Kota Singkawang, Bujang Syukri, menyatakan, ada 1.800 lebih nelayan di Singkawang, yang masih memerlukan bantuan dari pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. “Dengan diberikan bantuan sebanyak 92 paket konverter kit ini, maka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para nelayan di Singkawang,” ujarnya.
Sales Executive Elpiji PT Pertamina Pontianak, Sandy Rahadian, mengatakan, dengan program konversi elpiji, bisa melakukan penghematan operasional para nelayan kecil, menjadi salah satu alasan pelaksanaan program yang mulai dijalankan di Pulau Kalimantan sejak September 2018 tersebut.
Dukungan Pertamina terhadap program ini adalah, penugasan yang diberikan pemerintah yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No.294 K/10/MEM/2018. Sesuai Perpres No.126/2015, tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG, untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil. “Untuk ketersedian elpiji, kami akan menyiapkan pangkalan khusus yang melayani pembelian elpiji bagi nelayan yang menggunakan konverter kit dalam melakukan aktivitas menangkap ikan di laut,” pungkasnya. (Ant)