Korban Gempa Lombok Masih Tempati Kelas Darurat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MATARAM — Pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih terus berlangsung dan belum sepenuhnya dilakukan, terutama di Kabupaten Lombok Utara.

Pembangunan Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha), Rumah Konvensional (Riko) dan Rumah Kayu (Rika) baru terbangun sebagian. Termasuk fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Fasilitas pendidikan misalkan, baru sebagian kecil yang telah dibangun. Beberapa sekolah aktivitas belajarnya masih berlangsung di ruang kelas belajar sementara yang dibuat secara darurat.

“Kondisi bangunan rusak parah dan tidak bisa digunakan, makanya dibuatkan ruangan belajar sementara dari papan triplek di kebun sekitar sekolah,” kata Kepala Sekolah SDN 1 Sigar Penjalin, Lombok Utara, l Wayan Putre Negare, Sabtu (27/10/2018).

Ia mengatakan, hampir tidak ada yang tersisa dari fasilitas sekolah pasca dilanda gempa. Semua rusak total termasuk kursi. Hanya sebagian kecil buku yang berhasil diselamatkan.

Untuk mendukung kelancaran aktivitas belajar mengajar, SDN 1 Sigar Penjalin telah mendapatkan bantuan sekolah sementara, sebanyak enam lokal. Semua kelas digabung dan sebagian masih pakai tenda.

“Meski dalam keterbatasan, proses dan aktivitas belajar tetap berlangsung normal seperti biasa, meski dengan keterbatasan,” katanya.

Wayan menambahkan, baru – baru ini, pihaknya juga telah melaksanakan mid semester dan berlangsung lancar. Jumlah murid SDN 1 Sigar Penjalin sendiri sebanyak 301 orang.

Murid SDN 1 Sigar Penjalin belajar di ruang belajar sementara. Foto : Turmuzi

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar juga belum bisa memastikan, kapan proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan rampung, mengingat untuk masyarakat korban gempa yang rumahnya rusak berat saja, dari total 57.000 baru 13.000 yang menerima.

Untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama bidang pendidikan, kesehatan dan pertanian, selain mengandalkan bantuan dari pemerintah, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pemerintah Australia.

Lihat juga...