JSIT Harus Jadi Organisasi Inklusif

Editor: Mahadeva WS

LARANTUKA – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) tidak boleh menjadi organisasi atau lembaga yang eksklusif. Sebagai organisasi, JSIT harus inklusif, bisa merangkul semua pihak untuk mengenyam pendidikan.

“Para guru yang tergabung di dalam JSIT, tidak boleh menjadikan lembaga atau organisasi tersebut eksklusif, melainkan harus menjadi organisasi inklusif. Rangkul semua pihak untuk bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik,” ujar Bupati Flores Timur (Flotim) Antonius Hubertus Gege Hadjon,ST, Minggu (21/10/2018).

Dikatakan Anton, JSIT perlu membangun sinergi dengan pemangku kepentingan, agar bisa bersama-sama membangun generasi bangsa yang lebih sejahtera, yang lebih pintar dan memiliki kemampuan terbaik untuk memimpin bangsa. “Untuk itu, para guru yang tergabung dalam JSIT, seharusnya, tidak saja mengembangkan diri dalam pengetahuan ilmiah dan teknologi, tapi juga harus membangun karakter yang baik. Dengan demikian apa yang dinginkan JSIT bisa terwujud,” tambahnya.

Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Flotim adalah, masyarakat sejahtera, dalam bingkai desa membangun, kota menata. Dan salah satu misi utamanya adalah selamatkan orang muda Flotim. Program JSIT seharusnya, tidak saja merespon Nawa Cita Presiden Jokowi, tapi juga merespon visi misi kepala daerah, yang menjadi visi misi daerah.

Ketua Panitia Seminar HUT JSIT, Halima Wea menjelaskan, puncak Milad JSIT digelar di tiga kota di NTT, di Kupang, Sabtu (20/10/2018), dilanjutkan di Larantuka dan Ende secara serentak pada Minggu (21/10/2018). “Kegiatan seminar dan Bimtek di Larantuka, diikuti 150 guru dari Flotim, Sikka dan Lembata. Pesertanya bukan hanya dari guru muslim, tetapi terbuka untuk umum, sebab seminar yang diselenggarakan terkait  transformasi guru,” tuturnya.

Seminar menghadirkan Sekjen JSIT Indonesia, Suhartono,M.Pd dan Anggota DPRD NTT Anwar Hajrah,ST. Kegiatan Milad ke-15, merupakan satu rangkaian panjang aktivitas pendidikan sejak Agustus 2018. “Kita berharap ini awal yang bagus bagi JSIT dan pendidikan pada umumnya dimana demi pendidikan bangsa, JSIT juga mengadakan pelatihan untuk 10 ribu guru di seluruh Indonesia,” terangnya.

Lihat juga...