Ibu-ibu Desa Madura Ubah Limbah Pepaya Jadi Makanan Bernilai Jual Tinggi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

CILACAP — Sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa Madura, Wanareja, Cilacap Jawa Tengah, mampu menghasilkan produk olahan dari bahan baku limbah pepaya.

Olahan berupa makanan ringan seperti keripik dan stick ini diproduksi dengan memanfaatkan pepaya matang yang sudah tidak laku terjual, dan banyak terdapat di desa mereka.

“Di desa Madura ini kan banyak warga yang bertani pepaya California. Namun yang laku dijual hanya yang belum terlalu matang. Sementara yang sudah terlalu matang biasanya tidak laku dan hanya dibuang,” ujar salah seorang ibu-ibu anggota KWT desa Madura, Cici Suparji.

Mereka kemudian memanfaatkan untuk diolah menjadi makanan ringan. Selain mampu meningkatkan nilai jual, upaya tersebut juga mampu memperpanjang usia atau daya tahan hasil panen.

“Kalau dibuat seperti ini kan pepaya tidak cepat busuk. Nilainya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Ibu-ibu KWT yang terdiri dari enam anggota ini mengaku mampu menghasilkan olahan makanan dari pepaya setelah mengikuti pelatihan dari Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari di desa Madura.

Tak hanya itu mereka juga mendapat modal untuk memulai usaha dari pinjaman Koperasi Tabur Puja yang telah didirikan Yayasan Damandiri sejak setahun lalu.

“Jadi kita sebelumnya ikut pelatihan, lalu kita diajari bagaimana membuat makanan dari bahan yang banyak tersedia di desa. Akhirnya dipilih stick pepaya ini. Modalnya kita dapat dari pinjaman koperasi. Jadi kita tinggal jalan saja,” katanya.

Cici Suparji (kerudung kuning) bersama ibu-ibu anggota KWT desa Madura lainnya memperlihatkan hasil olahan dari buah pepaya. Foto: Jatmika H Kusmargana

Cici menyebutkan, dari satu kilogram, ia dan kelompoknya dapat menghasilkan sekitar enam bungkus stick pepaya. Satu bungkus biasa dijual Rp7-10 ribu, tergantung ukuran kemasannya.

“Selain kita jual saat ada kegiatan pameran potensi desa, produk ini juga kita jual dengan cara dititipkan ke warung-warung. Alhamdulillah hasilnya lumayan, kalau ramai sehari bisa dapat Rp50-100ribu. Jadi bisa untuk tambahan keluarga,” pungkasnya.

Lihat juga...