Hasil Melimpah, Petani Terong Pesisir Kulonprogo Raup Untung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Sejumlah petani di kawasan pesisir Kulonprogo kembali memasuki masa panen tanaman palawija. Salah satunya adalah komoditas terong ungu yang banyak ditanam di lahan berpasir kawasan desa Glagah, Temon, Kulonprogo.
Memasuki masa panen kali ini, sejumlah petani mengaku mendapat hasil panen yang cukup melimpah. Kondisi cuaca tak memberikan dampak buruk pada tanaman terong. Hal itu juga tak lepas dari minimnya serangan hama pada musim tanam kali ini.
Seperti dituturkan salah seorang petani terong, Nur Hayati, warga Sangkretan. Menanam terong di lahan berpasir seluas hampir 2.000 meter persegi, ia mengaku mampu memanen hampir 5 kwintal sekali panen.
“Sekali panen bisa dapat enam koli. Satu koli sendiri berkisar 75 kilogram. Biasanya seminggu panen 2-3 kali. Setelah delapan kali panen, biasanya jumlah akan berkurang,” katanya saat ditemui Cendana News, Selasa (23/10/2018).
Selain hasil panen yang cukup melimpah, para petani juga mengaku diuntungkan karena harga jual lumayan tinggi. Satu kilogram di tingkat petani dihargai Rp3.000. Jumlah tersebut dikatakan jauh lebih baik dibandingkan panen tahun lalu yang hanya Rp1.500 per kilogram.
“Untuk terong kualitas bagus, tidak cacat dan cukup besar dihargai Rp3.000 per kilo,” katanya.

Para petani sendiri menilai cukup bagusnya harga terong pada masa panen kali ini disebabkan karena tak banyak petani yang menanam, sehingga ketersediaan di pasaran pun tak terlalu banyak.
“Semoga harga ini stabil hingga musim penghujan tiba. Karena tak jarang saat harga sudah cukup bagus seperti ini, tiba-tiba bisa turun drastis. Ini karena di daerah lain secara bersamaan banyak yang panen,” kayanya.