Ahmad Yani Kembangkan Miniatur Kendaraan dari Sampah Plastik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MALANG — Limbah sampah plastik selama ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat teratasi dengan baik. Selain jumlahnya yang terus meningkat, juga merupakan jenis yang sulit terurai.

Berangkat dari permasalahan tersebut, perajin daur ulang, Ahmad Yani coba mengkreasikan limbah plastik menjadi sebuah kerajinan berbentuk aneka miniatur kendaraan, mulai dari jenis Vespa hingga motor gede (Moge).

Tidak hanya itu, dari rumah edukasi, jalan Sidodadi, Krajan Gampingan, kecamatan Pagak Kabupaten Malang, Ahmad kerap memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar untuk mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kami sering memberikan pelatihan kepada masyarakat khususnya anak-anak muda untuk memanfaatkan limbah sampah menjadi sebuah produk bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya pemanfaatan limbah plastik menjadi aneka bentuk kendaraan,” jelasnya, Selasa (23/10/2018).

Dikatakan, selama ini masyarakat banyak yang belum peduli dengan keberadaan sampah plastik, khususnya botol minuman, gelas air mineral maupun sendok. Kebanyakan dari mereka hanya menggunakannya sekali pakai kemudian dibuang begitu saja.

Padahal menurutnya, jika mau sedikit kreatif, sampah-sampah tersebut justru dapat dijadikan sebagai pundi-pundi rupiah sekaligus membantu mengurangi limbah.

“Kalau dijual botolnya saja, harganya murah hanya tujuh ribu per kilogram. Tapi kalau dijual sudah dalam bentuk produk kerajinan seperti ini harganya dapat mencapai 15 ribu hingga 50 ribu rupiah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikan Ahmad, untuk membuat satu miniatur kendaraan sebenarnya cukup mudah dan cepat. Hanya dibutuhkan waktu lima belas menit.

Bahan-bahan yang dibutuhkan di antaranya limbah plastik (botol plastik bekas, sedotan, gelas mineral plastik), lem tembak dan cat pilok. Dibutuhkan kreatifitas untuk merangkai menggunakan lem tembak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Setelah berbentuk miniatur kendaraan, langkah terakhir adalah mewarnai menggunakan cat.

“Jadi limbah palstik dipotong sesuai kebutuhan, kemudian dirangkai menjadi miniatur kendaraan dua dimensi maupun empat dimensi. Setelah itu baru dicat,” terangnya.

Aneka miniatur kendaraan berbahan limbah sampah plastik. Foto: Agus Nurchaliq

Dalam sehari, kurang lebih 25-30 miniatur kendaraan bisa dihasilkan. Untuk pemasaran, Ahmad menggunakan sistem online.

“Alhamdulillah kami sudah sering menerima pesanan miniatur kendaraan untuk dijadikan suvenir. Pesanan tidak hanya area Malang tetapi juga dari luar,” katanya.

Disampaikan Ahmad, ke depan ia akan terus berinovasi untuk membuat model-model lainnya dari limbah plastik.

“Kedepan kami ingin membuat bentuk robot,”ujarnya.

Melalui produknya tersebut, Ahmad ingin menyampaikan pesan bahwa sampah tidak harus selalu dibuang, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk bernilai ekonomi tinggi.

Lihat juga...