Gudang Peluru Ukraina Meledak, Ribuan Orang Diungsikan
KIEV — Sekitar 12.000 orang diungsikan sesudah kebakaran dan ledakan dengan kecepatan dua hingga tiga kali sedetik terjadi di gudang peluru Kementerian Pertahanan Ukraina pada Selasa dinihari, kata pejabat. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
Dinas keamanan negara Ukraina menyatakan menyelidiki kemungkinan sabotase, dan juru bicara kementerian pertahanan mengatakan bukti bahwa ledakan di berbagai bagian gudang itu menunjukan sabotase.
Gudang itu terletak di wilayah Chernihiv, 176 kilometer timur ibukota, Kiev. Seorang wanita, yang tinggal 50 kilometer dari tempat kejadian itu, mengatakan kepada saluran TV 112 bahwa ia mendengar ledakan tersebut.
“Tidak ada korban, terluka, cedera atau tewas di antara tentara, anggota Angkatan Bersenjata Ukraina dan penduduk setempat,” kata pernyataan Kementerian Pertahanan, “Pada pukul 07.00 (11.00 WIB), kekerapan ledakan adalah dua hingga tiga kali sedetik.” Ruang udara dalam radius 30 kilometer ditutup dan pengangkutan jalan dan rel ditangguhkan. Layanan darurat melaporkan bahwa pasokan gas dan listrik ke daerah tersebut terganggu.
Ratusan orang dan peralatan dikerahkan ke tempat itu, kata pernyataan layanan darurat, yang diikuti Perdana Menteri Volodymyr Groysman dan kepala angkatan bersenjata Ukraina Viktor Muzhenko. Presiden meminta laporan tentang kejadian tersebut.
Beberapa kebakaran besar menghantam gudang senjata dan peluru dalam beberapa tahun belakangan, yang kian menguras ketentaraan Ukraina.
Pertempuran pasukan Ukraina dengan pemberontak dukungan Moskow menewaskan lebih dari 10.000 orang sejak 2014.
Pada tahun lalu, ledakan besar di gudang tentara di Wilayah Vynnytsya, 270 kilometer barat Kiev, memaksa pihak berwenang mengungsikan 24.000 orang.
Setelah itu, panitia pertahanan parlemen memeriksa gudang lain. Kelompok tersebut memperingatkan bahwa ada kekurangan berarti dalam pengelolaan gudang senjata di wilayah Chernihiv, kata anggota parlemen, yang berada di panitia itu.
Sejumlah kekurangan itu, termasuk yang penting, diketahui,” kata Dmitry Tymchuk di Facebook.
“Sebagai hasil perjalanan itu, saya mengirim naskah ke Kementerian Pertahanan dan Staf Umum Angkatan Bersenjata, yang mencantumkan kekurangan tersebut dengan permintaan campur tangan dalam keadaan itu dan memecahkan masalahnya,” katanya.
Kementerian pertahanan tidak menjawab permintaan Reuters untuk meminta tanggapan. [Ant]