Disdik: Korban Bencana Palu Dipermudah Bersekolah di Jember

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember, Lutfi Isa. Foto: Kusbandono

JEMBER — Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember menerima seorang siswa asal Palu bernama Basri yang beberapa waktu lalu menjadi korban bencana Gempa dan Tsunami. 

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Kabupaten Jember, Lutfi Isa menyampaikan, memang ada kebijakan khusus dari pihaknya bagi siswa korban gempa dan tsunami Palu.

“Kita memberi kemudahan kepada mereka untuk dapat melanjutkan sekolah, baik di SMA maupun SMK. Tidak harus membawa rapor atau ijazah. Rumah dan orang tua mereka saja sudah hilang,” kata Lutfi kepada wartawan, Rabu (17/10/ 2018).

Kebijakan tersebut, selain untuk memberikan hak pendidikan , upaya tersebut juga untuk menghilangkan trauma pascabencana.

“Harapan kita, dengan mendapat teman baru sedikit demi sedikit trauma yang mereka rasakan bisa hilang,” imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut Lutfi sudah ada satu siswa asal Palu yang diterima sekolah di Jember. Siswa tersebut bernama Basri dan sudah diterima di SMA Negeri Pakusari.

“Basri kebetulan dekat dengan SMA Pakusari, jadi kita terima di sana. Yang bersangkutan sudah melakukan aktivitas belajar sejak hari senin kemarin,” tuturnya.

Menurut Lutfi, selain memberikan kemudahan akses pendidikan untuk siswa asal Palu, pihaknya juga memberikan fasilitas berupa seragam buku dan peralatan sekolah secara gratis. Bahkan, selama mereka sekolah tidak dikenakan biaya SPP sepeserpun.

“Baik mereka yang akhirnya menetap di Jember maupun yang sifatnya sementara dan nantinya kembali ke Palu,” imbuhnya.

Lebih jauh Lutfi menyampaikan, jumlah siswa korban bencana Palu yang akan sekolah di Kabupaten Jember kemungkinan besar akan bertambah. Mengingat warga Jember yang berada di sana juga mencapai ratusan.

“Kita juga terbuka untuk seluruh siswa Palu meski yang bersangkutan bukan berasal dari Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Lihat juga...