Dandim Sikka Dorong Petani Bangun Kebersamaan dengan Berbagai Pihak
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Meningkatkan produktivitas hasil pertanian di kabupaten Sikka, petani harus bekerja keras dan membangun kebersamaan antara sesama maupun dengan pemerintah serta elemen lain.
“Kalau kita bekerja bersama-sama, Insya Allah semua yang diinginkan dapat terwujud,” tegas Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Sugeng Prihatin, SSos, MSc, Rabu (17/10/2018).

Sugeng juga meminta, petani membicarakan dengan pemerintah agar dua kali tanam dalam setahun dapat dilaksanakan dan nanti dicarikan cara bagaimana mengatasi permasalahan air.
“Kalau ada masalah terkait pertanian semuanya harus dibicarakan dengan baik-baik. Jangan rebutan, karena semua mempunyai hak yang sama, sehingga harus dibangun kerja sama yang baik antar petani dan pemerintah,” pesannya.
Letkol Sugeng juga berharap agar para petani tetap semangat dan bekerja dengan baik. Jangan ada monopoli, sebab semua rakyat, termasuk petani memiliki hak yang sama untuk hidup sejahtera.
“Alat dan mesin pertanian yang dibantu oleh pemerintah harus dirawat agar mendapatkan hasil panen yang bagus dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Dandim 1603 Sikka, jelas Sugeng, dengan menerjunkan 64 Babinsa terus melakukan pendampingan supaya petani menanam dengan aman, mendapatkan air yang cukup, mendapatkan benih yang sesuai dan harga yang cocok serta pupuk tersedia dan terjangkau.
“Saya yakin para petani bisa mencapai hasil panen yang maksimal apabila mau bekerja sama dan bekerja keras, sebab semuanya itu demi kesejahteraan petani itu sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, pemerintah akan merencanakan membangun waduk yang besar di sentra pertanian di kecamatan Magepanda agar saat hujan air jangan terbuang ke laut.
“Kita hujannya tiga hingga empat bulan dalam setahun tetapi tidak dipergunakan secara maksimal,” ungkapnya.
Lahan pertanian harus jadi tangkapan air dan pertanian harus butuh mekanisasi, harus dengan penggunaan teknologi sebab itu satu-satunya cara untuk meningkatkan produktifitas.
“Saya harap agar bantuan yang diterima bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin dan maksimal demi peningkatan produktivitas. Dengan dukungan dari TNI dan Polri kita sangat harapkan agar bisa membangun jiwa dan badan masyarakat sebab aspek mental juga sangat penting,” tegasnya.
Siprianus Pederiko dari kelompok Sina Muko Wato dari desa Kolisia B kecamatan Magepanda menyebutkan, dirinya bersama anggota kelompok merasa bersyukur mendapatkan bantuan mesin pompa air agar bisa juga menanam palawija.
“Kami ada bendungan tapi debit airnya kurang sehingga butuh pompa air agar bisa menanam dua atau tiga kali dalam setahunnya. Selama ini kami sangat kesulitan, apalagi saat musim kemarau,” pungkasnya.
Kodim 1603 Sikka dalam kesempatan apel kesadaran menyerahkan bantuan 10 traktor tangan dimana 2 traktor untuk kelompok tani di kecamatan Waigete dan 8 lainnya untuk petani di kecamatan Magepanda.
Selain itu, juga diberikan bantuan sebuah mesin pompa air kepada sebuah kelompok tani di kecamatan Magepanda agar dapat dipergunakan untuk mengairi areal persawahan di musim kemarau.