Bupati Cilacap Mendukung Pengembangan Melon Hibrida Mekarsari SH1
Editor: Mahadeva WS
CILACAP – Bupati Cilacap ,Tatto Suwarto Pamuji, antusias menyambut baik, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, yang digagas Yayasan Damandiri dan Taman Buah Mekarsari di Desa Madura Wanareja Cilacap.
Pemerintah Daerah akan mendukung penuh, dan mengawal langsung program percontohan budidaya Melon Hibrida Mekarsari SH1, serta rintisan kawasan agrowisata di desa Madura dan kecamatan Wanareja. Dimana program tersebut merupakan bagian dari program Desa Mandiri Lestari yang telah dijalankan Yayasan Damandiri sejak 2017 lalu.
“Saya sebenarnya tidak suka melon. Namun setelah merasakan sendiri ternyata luar biasa, saya suka sekali. Melihat hasil seperti ini, saya yakin para investor akan datang sendiri dan berebut ke sini. Karena itu saya minta pak Kades pak Camat, bangun dulu jalan disekitar sini, saya bupati dan kepala dinas akan memantau langsung, kalau bisa tiap minggu kesini,” katanya seusai melakukan panen perdana Melon Hibrida Mekarsari SH1, bersama Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya dan Direktur Utama Taman Buah Mekarsari, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto.

Tatto Pamuji mengatakan, Kabupaten Cilacap merupkan kabupaten dengan wilayah terluas dan berpenduduk terbanyak di Jawa Tengah. Sampai saat ini, di kabupaten Cilacap ada puluhan bahkan ratusan hektare lahan pertanian yang belum tergarap. Karena itu Dia meminta, tanah tersebut agar dapat diamanfaatkan untuk budidaya Melon Hibrida Mekarsari SH1, hasil pengembangan Mekarsari, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah masih punya banyak lahan yang masih nganggur. Di sebelah timur masih ada sekitar 70 hektare lahan milik pemerintah yang bisa ditanam. Termasuk juga tanah-tanah kosong milik konglomerat ada banyak. Saya akan minta ke mereka agar bisa dimanfaatkan, dimulai dari milik saya sendiri. Saya punya 10 hektar, nanti boleh ditanami untuk masyarakat. Jadi tidak boleh ada sejengkal pun tanah yang tidak bermanfaat, harus bermanfaat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, bersama Yayasan Damandiri dan Kebun Buah Mekarsari, pihaknya akan ikut membantu para petani tidak hanya dalam hal produksi. Namun juga memasarkan produk Melon Hibrida Mekarsari SH1, yang dihasilkan para petani tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat rest area dengan kios-kios yang menjual Melon Hibrida Mekarsari SH1, hasil produksi para petani.
“Nanti saya akan buat rest area. Jadi begitu panen, petani bisa langsung setorkan ke kios-kios disana. Yang mengelola pihak desa melalui koperasi. Apalagi yayasan Damandiri sudah membantu pendirian KUD, memberikan bantuan modal. Mekarsari juga telah membantu bibit, dan pelatihan, termasuk pemasaran juga dibantu. Sehingga harapanya tidak ada lagi orang miskin,” bebernya.
Tatto Pamuji yakin, program percontohan budidaya Melon Hibrida Mekarsari SH1, hasil kerjasama Yayasan Damandiri dan Taman Buah Mekarsari di desa Madura ini, akan menjadi langkah awal mengatasi persoalan ketergantungan buah impor di Indonesia saat ini.
Tak hanya itu, ia juga mengaku optimistis dengan upaya-upaya semacam itu, dan suatu saat Indonesia mampu mengekspor buah ke luar negeri. “Suatu saat Indonesia tidak perlu lagi impor, tapi ekspor. Dan itu dimulai dari cilacap. Dimulai dari desa Madura ini,” pungkasnya.