Bunga Telang, Mudah Dikembangbiakkan dan Miliki Banyak Manfaat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Kembang atau bunga telang merupakan tanaman merambat yang dulu banyak ditemui di pekarangan rumah ataupun tepi hutan. Tanaman yang termasuk dalam suku polong-polongan ini adalah tanaman asli Asia tropis. Tapi saat ini sudah menyebar ke seluruh wilayah tropis lainnya, seperti Afrika.

Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin menyatakan, kembang telang ini sudah dikenal lama di Indonesia sebagai obat mata untuk bayi yang baru lahir atau untuk menyegarkan mata pada orang lansia.

“Warna bunga telang yang berwarna biru terang sering menjadikan tanaman ini sebagai tanaman hias merambat di pekarangan rumah. Kalau di Indonesia lebih dikenal untuk obat mata, dengan cara merendam bunganya di air matang. Tapi banyak juga yang menggunakannya sebagai pewarna makanan atau minuman,” kata Sodikin, Senin (22/10/2018).

Contohnya, masyarakat Malaysia menggunakannya sebagai pewarna ketan dan di Thailand, bunga telang dijadikan ekstrak dalam pembuatan salah satu jenis minuman yang dijual ritel.

Tanaman telang ini memiliki daun yang cenderung bulat dan menumpul di ujung. Bunganya memiliki panjang sekitar 4 cm dan lebar 3 cm. Buahnya memiliki panjang antara 5-7 cm dan memiliki sekitar 10 biji di dalamnya.

“Ada juga varietas yang warna bunganya putih dan ungu muda. Tapi memang warna biru jauh lebih sering ditemukan,” ujar Sodikin.

Staf Agro Mekarsari, Sodikin. Foto: Ranny Supusepa

Beberapa daerah juga mengenal kembang telang sebagai obat herbal yang dapat mengobati penyakit kulit seperti bisul dan jerawat atau untuk menghilangkan racun pada sistem pencernaan.

Kembang telang di Mekarsari dikembangbiakkan dengan menggunakan biji benih atau seed. Benih ini juga banyak dijual di beberapa laman online maupun toko bunga.

“Setelah disemaikan, di Mekarsari akan dilanjutkan dengan penanaman di pot. Kalau ada yang mau beli, biasanya disediakan yang sudah ada di pot,” kata Sodikin.

Sodikin menyebutkan tanaman telang ini sangat mudah untuk dikembangbiakan, karena tidak memerlukan perawatan yang rumit. Bahkan tanaman ini memiliki akar yang mampu bersimbiosis dengan bakteri rhizobia.

“Kemampuan akar telang untuk mengikat bakteri rhizobia menjadikan tanaman ini mampu mengubah nitrogen yang ada di udara sehingga akan menyuburkan tanah. Beberapa penelitian menyebutkan untuk menanam telang di sekitar perkebunan untuk memperbaiki kualitas tanah,” pungkas Sodikin.

Lihat juga...