Tanaman Pakan Cadangan Selamatkan Peternak Saat Kemarau
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Musim kemarau yang melanda wilayah Lampung Selatan berimbas kepada ladang penggembalaan ternak. Banyaknya rumput yang mengering membuat peternak harus berpikir ekstra agar nutrisi ternaknya tetap terpenuhi.
Bambang, salah satu peternak sapi jenis brahman di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan menyebutkan, semenjak empat bulan terakhir dirinya mulai kesulitan mendapatkan pakan hijauan. Tiga ekor sapi yang biasanya digembalakan kini terpakda harus dikandangkan.
Untuk memberik makan, ini memanfaatkan rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang dikembangkan di pekarangan dan kebun. Bibitnya sendiri didapatkan dari peternak lainnya yang sudah lebih dulu mengembangkan.
“Petani sekaligus peternak memperoleh bibit rumput gajah dari petani lain di wilayah kecamatan Sidomulyo, lalu kami kembangkan karena sistem perbanyakan menggunakan batang cukup mudah,” terang Bambang saat ditemui Cendana News, Senin (22/10/2018).
Saat musim kemarau melanda dengan minimnya sumber pakan hijauan ia mengandalkan rumput gajah sebagai cadangan pakan sembari tetap berburu sumber pakan alami di tepi sungai serta lahan pertanian padi, seperti jerami.
Kesulitan pakan saat kemarau juga dialami oleh Sutanto, salah satu petani sekaligus peternak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas. Selain rumput, ia masih dapat memberi pakan dengan beberapa jenis hijauan, di antaranya daun jati gmelina, daun sengon, daun singkong serta leresede. Penanaman rumput gajahan tetap dilakukannya untuk cadangan saat ia tidak bisa mencari pakan di lokasi yang jauh.
Petani pemilik ternak di Desa Pasuruan, Rohman memastikan, perkembangan rumput gajahan sangat cepat dengan memanfaatkan pupuk organik dari kotoran sapi.
“Saya melakukan penanaman rumput gajah karena pernah mengalami kesulitan pakan ternak,” terangnya.

“Selain itu dapat menahan longsor pada lahan terasering perbukitan, juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan,” pungkasnya.