Petani di Sulut Terancam Gagal Panen
MANADO – Petani padi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terancam gagal panen. Hal tersebut bisa terjadi, jika panas terus berkepanjangan di daerah tersebut.
“Banyak petani sawah telah melakukan penanaman, namun karena musim panas sudah berlangsung cukup lama, maka diperkirakan akan mengalami gagal panen pada musim tanam ini,” kata Johanis T, petani sawah asal Tondano, Minahasa, Senin (3/9/2018).
Johanis mengatakan, kegagalan dikhawatirkan terjadi karena, benih padi sudah waktunya untuk dipupuk. Sementara petani tidak bisa melakukan, karena tanah dalam keadaan kering. “Kondisi lahan pertanian kering sampai pecah-pecah, tidak ada gunanya untuk dilakukan pemupukan,” katanya.
Refly S, petani asal Kakas Minahasa mengatakan, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada stok beras, sehingga secara perlahan mulai terjadi pergerakan harga beras. “Karena sedikit yang melakukan panen padi, maka harga beras juga mulai naik,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw mengatakan, pemerintah akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Pemerintah mencoba untuk mencari solusi agar persoalan tersebut bisa segera diantisipasi. “Biasanya yang dari hulu ada dinas pertanian, dan nantinya di hilir ada dinas perindag,” jelas Jenny.
Koordinasi dan antisipasi terus dilakukan, agar harga beras tetap stabil, dan tidak ada lonjakan yang berarti. Saat ini harga beras medium di sentra perdagangan Kota Manado ditawarkan mulai Rp9.450 per kilogram hingga Rp11 ribu per kilogram. (Ant)