Pasokan Air Bersih di Cilacap Dipastikan Aman

Droping air, ilustrasi -Dok: CDN
CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memastikan keamanan pasokan air bersih untuk daerah-daerah yang terdampak kekeringan.
“Insyaallah masih mencukupi hingga datangnya musim hujan, meskipun daerah yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih hingga saat ini sudah mencapai 25 desa di 10 kecamatan,” kata kata Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, di Cilacap, Senin (3/9/2018).
Kendati demikian, dia mengakui pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wijaya sempat terganggu, karena adanya perbaikan saluran irigasi.
Sumber air baku PDAM Tirta Wijaya berasal dari Bendung Gerak Serayu di Kabupaten Banyumas, yang disalurkan melalui saluran irigasi menuju instalasi pengolahan air di Kesugihan dan Maos, Kabupaten Cilacap. Kegiatan perbaikan pada saluran irigasi itu membuat produksi air bersih PDAM Tirta Wijaya tidak lancar.
“Namun, sekarang sudah mulai lancar. Sementara penyaluran bantuan air bersih untuk warga di wilayah barat Kabupaten Cilacap tidak terkendala, karena mengambil dari instalasi pengolahan air di Kedungreja, dengan memanfaatkan air Sungai Citanduy di Bendung Manganti,” kata Tri.
Berdasarkan pantauan BPBD Cilacap, ia menjelaskan, wilayah yang mengalami kekeringan paling parah meliputi Kecamatan Kawunganten dan Patimuan.
Sebagian wilayah Kecamatan Kawunganten, menurut dia, bahkan mengalami kekeringan serta krisis air bersih akibat intrusi air laut ke sumur warga.
Tri menjelaskan, bahwa sebelumnya di Kecamatan Kawunganten telah dilakukan pipanisasi untuk penyaluran air bersih dari berbagai sumber, termasuk jaringan PDAM Tirta Wijaya.
Tetapi, lanjut dia, pipanisasi belum bisa menjangkau seluruh wilayah yang selama ini sering mengalami kekeringan maupun krisis air bersih.
Ia mengatakan, BPBD telah mengajukan permohonan bantuan program pipanisasi dan pengadaan bak penampungan air bersih ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun sampai sekarang belum terealisasi.
“Kami akan terus menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga yang mengalami kekeringan maupun krisis air bersih. Dalam beberapa hari terakhir memang terjadi hujan, namun hal itu belum bisa menjamin ketersediaan air secara alami,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD menyalurkan bantuan air bersih dengan dukungan instansi maupun organisasi seperti TNI, Polri, PMI, serta Korpri Kabupaten Cilacap. (Ant)
Lihat juga...