Warga Sukoharjo Temukan Hati Bercacing pada Hewan Kurban

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SOLO — Perayaan Hari Raya Idul Adha yang diikuti dengan penyembelihan hewan kurban masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya, masih ditemukan hati bercacing oleh warga di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Temuan hewan kurban yang kondisinya kurang sehat ini berada di sejumlah Rukun Tangga (RT) di Desa Waru. Di RT 03 Rw 03, warga yang menyembelih dua ekor sapi kurban, satu di antaranya masuk katergori kurang sehat karena dijumpai cacing pada hati.

“Oleh warga hati bercacing dimusnahkan dengan cara dibakar,” kata Prawoko kepada cendana news, di sela-sela pelaksanaan kurban, Rabu (22/8/2018).

Ketua Panitia Kurban masjid At Tawwabin itu mengungkapkan, dirinya tak menyangka jika menemukan cacing hati di hewan kurban yang menurutnya terlihat sangat sehat. Sebab, selain perawakan yang cukup besar, daging yang dihasilkan juga cukup banyak.

“Sapinya terlihat sehat, dagingnya juga banyak. Tapi hatinya justru ada cacingnya,” ungkap dia.

Setelah musyawarah, warga memutuskan hati bercacing itu tidak dibagikan melainkan dimusnahkan.

“Ini untuk antisipasi saja, jangan sampai daging yang kita bagikan justru mengandung penyakit. Tentu lebih bahaya,” imbuhnya.

Hal senada dijumpai di RT 05 RW 03 Desa Waru. Warga yang sejak pagi melaksanakan penyembelihan hewan kurban menemukan hati yang mengandung cacing. Meski terlihat tidak terlalu banyak, warga enggan berspekulasi.

“Warga memilih untuk tidak membagikan hati yang mengandung cacing. Oleh panitia, hati bercacing itu kita kubur,” tambah Joko Sutrisno.

Panitia hewan kurban di Rt 03, Rw 3 Desa Waru, Prawoko (kaos putih) mengutruksikan untuk cacing hati dimusnahkan. Foto: Harun Alrosid

Meski selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tidak didampingi petugas, baik dinas pertanian dan peternakan maupun kesehatan, warga bersikukuh untuk tidak membagikan daging yang dinilai riskan.

Menurut warga, daging hewan kurban yang ditemukan cacing pada hatinya masih dapat dikonsumsi. Asalnya, cacing hati tidak menyebar ke sejumlah bagian tubuh hewan kurban.

“Kalau hanya dijumpai pada hatinya, dagingnya masih boleh dikonsumsi. Kecuali kalau cacing sudah menyebar di daging, maka tidak boleh dibagikan,” tandasnya.

Warga berharap, langkah antisipasi tersebut dapat menjadi contoh agar tidak membagikan daging hewan kurban dengan kondisi yang tak sehat. Warga juga diimbau lebih hati-hati dalam mengkonsumsi hewan kurban agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kita sarankan kepada warga, minimal harus merebus daging dulu sampai benar-benar mendidih baru memasaknya,” pungkasnya.

Lihat juga...