LAMPUNG — Musim kemarau di wilayah Lampung Selatan berimbas sejumlah sumur di wilayah Ketapang mengalami penyusutan. Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Ketapang bahkan harus membeli untuk kebutuhan air bersih.
Namun hal tersebut masih belum berdampak di Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang, warga setempat tetap bisa mendapatkan akses air bersih dari sumur dalam yang dimiliki.
Made Sujanti (50) salah satu warga menyebutkan, sumur yang dimilikinya memiliki kedalaman sekitar 30 meter. Kala musim penghujan, volume air sumur mencapai 26 meter dan saat musim kemarau tersisa 10 meter.
Ketersediaan pasokan tidak terlepas dari masih dipertahankannya tanaman reboisasi berupa kayu sengon, medang, albasia daun lebar serta berbagai jenis tanaman lain oleh masyarakat sekitar.
Pelestarian tanaman tersebut diakuinya didukung oleh Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS).
“Kami melakukan penanaman pohon berbagai jenis seluas satu hektare yang sebagian sudah berusia lima tahun sebagai sumber resapan air sehingga sumur yang kami miliki masih tetap menghasilkan air meski debitnya menurun,” terang Made Sujanti saat ditemui Cendana News, Rabu (22/8/2018)

“Pasokan air bersih masih tetap bisa diperoleh karena saat hujan air tersimpan oleh pepohonan yang kami tanam untuk sumber resapan air,” beber Made Sujanti.
Agung (25), anak Made Sujanti menyebutkan, penanaman pohon mulai digalakkan oleh warga setelah air mulai sulit diperoleh warga. Pohon yang ditanam 50 kepala keluarga di Dusun Siring Dalem tersebut bahkan masih menghijau saat kemarau.
“Pepohonan tersebut bahkan menjadi peneduh pengendara jalan yang melintas selama musim kemarau,” tutupnya.