Warga Pangkalpinang Kesulitan Dapatkan Elpigi Bersubsidi
PANGKALPINANG — Warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram bersubsidi, karena stok di distributor dan pedagang kosong.
“Hari ini terpaksa memasak menggunakan kayu bakar, karena gas di pedagang kosong,” kata salah seorang ibu rumah tangga Marni di Pangkalpinang, Kamis (23/8/2018).
Ia mengaku dari pukul 06.00 WIB sudah berkeliling mencari gas elpiji tiga kilogram, namun tidak mendapatkannya karena persediaan gas di distributor dan pedagang sudah habis pada Senin (20/8).
“Saya kurang tahu pasti gas ini menghilang, namun pengakuan pedagang sudah tidak lagi mendapatkan pasokan terhitung Senin lalu,” ujarnya.
Yanto salah seorang pedagang gas elpiji eceran mengatakan stok gas elpiji sudah habis pada Selasa (21/8), karena permintaan konsumen meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Permintaan gas tidak hanya dari warga sekitar sini, tetapi dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat yang juga tinggi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan Pertamina untuk segera mengatasi masalah kelangkaan gas elpiji pasca Lebaran Kurban ini, karena kasihan masyarakat yang harus berkeliling mencari gas untuk memasak makanan keluarganya.
“Kalau dihitung sudah sekitar 30 orang ibu rumah tangga yang menanyakan gas elpiji ini, namun mau gimana lagi persediaan gas yang sudah habis, karena tidak ada pasokan dari distributor,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Jejaring Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fairus mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan ketersediaan gas elpiji tiga kilogram di masyarakat.
“Kami akan segera turun ke lapangan untuk memastikan stok gas tersebut. Apabila terjadi kelangkaan maka pihaknya akan meminta Pertamina untuk segera mengatasinya,” katanya. [Ant]