Target Produksi 900.000 Ton Padi, Varietas Harus Tepat

Petani memanen padi - Foto: Dok. CDN

YOGYAKARTA — Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta optimistis target produksi padi 2018 sebanyak 900 ribu ton tercapai meski saat ini memasuki puncak musim kemarau.

“Meski diselingi kemarau kami meyakini target 900 ribu ton padi tahun ini tercapai,” kata Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko di Yogyakarta, Jumat (31/8/2018).

Menurut Sasongko, kendati masih dalam musim kemarau sejumlah area persawahan seperti di Sleman, Bantul dan Kulon Progo masih ada panen.

“Untuk mendukung produktivitas padi, kami juga telah mendukung penerapan alat mesin pertanian modern mulai dari traktor roda dua, roda empat hingga mesin pemanen harvester,” kata dia.

Ia mengatakan para petani di DIY telah diarahkan untuk fokus menanam tanaman palawija selama musim kemarau yang berpotensi terjadi kekeringan.

Penanaman palawija, menurut dia, perlu dilakukan di wilayah Gunung Kidul, sebab daerah itu memiliki persediaan air paling sedikit memasuki musim kemarau.

Tanaman palawija yang disarankan untuk ditanam oleh petani, antara lain jagung, kedelai serta kacang panjang.

Sementara itu, untuk daerah lainnya yang masih memiliki pasokan air cukup, menurut dia, masih dapat menanam tanaman padi, kendati tetap diselingi dengan tanaman palawija.

Sementara itu, bagi petani yang masih ingin menanam padi, Sasongko menyarankan agar memilih varietas padi yang tahan kering seperti inpari 19, inpago serta situ bagendit.

“Tanpa menyesuaikan penanaman padi dengan varietas yang tepat, dikhawatirkan akan berpengaruh pada pencapaian produksi padi selama 2018,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...