TIMIKA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika, Papua hingga kini masih menangani pasien kasus campak dan rubela. Mereka yang dirawat adalah pasien rujukan dari luar Timika, terutama dari wilayah Asmat.
Direktur RSUD Mimika, Evelyn Pasaribu mengatakan, hingga Sabtu (18/8/2018), masih ada kasus campak dan rubela. Pihak RSUD Mimika memberikan penanganan khusus untuk campak dan rubela, dengan menempatkan pasien pada ruang isolasi. Hal itu untuk mencegah terjadinya penularan penyakit tersebut.
Terkait program imunisasi massal campak, rubela dan polio di Papua, RSUD Mimika membuka pelayanan imunisasi kepada balita setempat, sejak awal Agustus lalu. “Setiap hari selalu ada pelayanan imunisasi. Anak-anak yang dibawa orang tuanya ke rumah sakit selalu ditawarkan untuk mendapatkan imunisasi campak, rubela dan polio. Kalau kondisinya sakit tidak memungkinkan untuk dilakukan imunisasi. Sejauh ini tidak ada penolakan dari para orang tua,” kata Evelyn, Sabtu (18/8/2018).
Sebelumnya, pihak Puskesmas Timika Jaya melaporkan, ada keberatan dari sejumlah sekolah yayasan pendidikan Islam, terhadap program imunisasi massal campak, rubela dan polio. Keberatan tersebut berkaitan dengan status kehalalan vaksin.
Kepala Puskesmas Timika Jaya, Dr Moses Untung mengatakan, jajarannya mengirim tim ke sekolah-sekolah, untuk melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi MR. Dan sebenarnya, status vaksin tersebut tidak perlu diragukan kehalalannya. “Memang ada beberapa sekolah yang meminta penundaan atau keberatan. Bisa jadi ini merupakan kesalahan informasi yang mereka terima sebab tahun lalu di Jawa imunisasi MR sudah dilakukan dan hal itu tidak ada komplain,” kata Moses.
Terhadap temuan itu, pihak Puskesmas Timika Jaya telah menjadwalkan kembali, imunisasi untuk pelajar di sekolah-sekolah tersebut di Agustus ini. “Kami sudah melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah itu, petugas turun untuk melakukan sosialisasi, sekaligus langsung mengundang orang tua siswa. Ada beberapa yang meminta penjadwalan ulang,” jelasnya.
Khusus di Papua, program imunisasi massal campak dan rubela dipadukan dengan vaksinasi polio. Imunisasi Polio dilakukan, sebagai antisipasi kejadian luar biasa kasus polio di negara tetangga, Papua Nugini pada April lalu.
Pihak Puskesmas Timika Jaya menargetkan, jumlah pelajar dan balita dari usia 9 bulan hingga 15 tahun yang akan diimunisasi massa campak, rubela dan polio di wilayahnya ada 4.438 orang. Dari jumlah itu, pelajar mulai dari tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga SMP yang akan diimunisasi sebanyak 3.400 orang. Sisanya adalah balita dengan jumlah sekira 1.058 orang.
Jeanne Rini Poespoprodjo, dokter spesialis anak di RSUD Mimika mengatakan, program imunisasi campak, rubela dan polio sangat penting dilakukan. Terutama kepada anak agar terhindar dari serangan ketiga penyakit tersebut. “Imunisasi merupakan kewajiban pemerintah dan hak anak untuk mendapat perlindungan dari tiga penyakit ini. Sebagai orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik pada anaknya. Satu kali imunisasi, anaknya bisa terlindungi dari tiga penyakit. Jika masih juga ragu, bisa bertanya ke yang berkompeten,” kata Rini.
Menurutnya, vaksin campak dan rubella berisi virus campak dan rubela yang sudah sangat dilemahkan atau dilumpuhkan. Campuran tesebut kemudian ditambah zat penstabil untuk menghasilkan vaksin. Gunanya, untuk merangsang kekebalan tubuh terhadap penyakit. Anak yang menderita kompilikasi penyakit campak, bisa mengalami radang paru berat, diare hingga radang otak yang bisa menyebabkan kematian.
Adapun penyakit rubela gejalanya lebih ringan dari campak, namun sangat berbahaya jika terkena pada ibu hamil. Janinnya bisa mengalami kecacatan, katarak, tuli dan sakit jantung sampai otak mengerut. Imunisasi diberikan ke anak-anak karena sumber penularan rubella ke ibu hamil melalui anak-anak.
Sementara penyakit polio menyebabkan lumpuh layu. Penularan virusnya sangat cepat, satu anak bisa menularkan virus ke 200 orang anak lainnya. Kementerian Kesehatan menargetkan, 55.471 anak-anak di Mimika mendapatkan imunisasi campak, rubela dan polio di tahun ini.
Distribusi logistik untuk menunjang program imunisasi campak, rubela dan polio telah dilakukan Dinkes Mimika ke wilayah pedalaman, pegunungan dan pesisir. Logistik untuk imunisasi tersebut, dijemput langsung masing-masing Puskesmas. Kegiatan imunisasi massal menyasar pada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun. (Ant)