Posdaya Anggrek Berdayakan IRT Hasilkan Bermacam Sayuran di Pekarangan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Memaksimalkan potensi lingkungan sekitar, Posdaya Anggrek, dusun Sendang, Karangsari, Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta mampu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah mereka.
Melalui KWT (Kelompok Wanita Tanu) Sendang Rejeki, mereka mengubah halaman dan pekarangan rumah yang sebelumnya kosong dan tak terpakai, hingga mampu menghasilkan bermacam sayuran produktif untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual.
Berbagai macam jenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, tomat, cabai, terong, seledri, hingga kacang panjang mampu mereka hasilkan. Termasuk juga sejumlah tanaman herbal seperti okra, daun sirsak, dan sejumlah tanaman berkhasiat lainnya.
Ketua Posdaya Angrek sekaligus Ketua KWT Sendang Rejeki, Suharyati mengatakan, gerakan pemberdayaan warga melalui Posdaya dimulai sejak beberapa tahun silam. Dengan membentuk KWT pada tahun 2014, ia menggandeng ibu-ibu rumah tangga untuk bergabung memanfaatkan lahan rumah masing-masing.
“Awalnya hanya belasan orang saja. Namun saat ini total sudah ada 30-an, dengan sekitar 23 anggota yang aktif. Semuanya ibu-ibu rumah tangga,” katanya kepada Cendananews.
Suharyati berupaya mengajak warga menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah masing-masing, karena banyaknya lahan yang terbengkalai dan kurang termanfaatkan. Padahal tak sedikit yang menganggur sehingga lebih banyak berada di rumah.
“Dari pada kumpul-kumpul tidak jelas, mereka kita ajak untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekitar dengan menanam sayur-sayuran. Jadi setiap anggota punya kebun di rumah masing-masing. Sayurannya bebas, sesuai keinginan masing-masing,” ungkapnya.

Selain memiliki kebun di pekarangan rumah masing-masing, KWT Sendang Rejeki juga memiliki kebun percontohan atau demplot. Mereka biasa mengurus bersama-sama secara bergiliran dengan sistem piket. Di tempat ini mereka juga memiliki kebun yang rutin menghasilkan bermacam bibit sayuran.
“Selain dikonsumsi sendiri, sayur-sayuran yang kita hasilkan biasanya juga kita jual. Termasuk bibitnya. Biasanya kita jual saat di dusun sedang ada kegiatan. Nanti hasilnya masuk kas KWT,” ujarnya.
Adanya kebun sayur ini sendiri, dikatakan, memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar. Selain menambah penghasilan warga, juga membuat ibu-ibu rumah tangga di dusun Sendang tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli sayuran setiap hari.
“Kalau dulu kan, setiap mau masak, apa-apa harus beli. Sekarang tidak perlu, tinggal petik sendiri di rumah. Bahkan sisanya bisa dijual, sebagai tambahan penghasilan. Jadi saat harga sayuran seperti cabai sedang naik, kita tidak khawatir lagi,” katanya.
Selain menanam sayuran, ibu-ibu rumah tangga di dusun Sendang, ini juga memelihara ikan lele di pekarangan masing-masing. Tak sedikit pula yang membudidayakan kelinci dan ayam. Selain kotorannya bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, budidaya ternak ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein dan gizi keluarga.
“Kita memang belum pernah ikut lomba. Namun beberapa waktu lalu kita ditunjuk sebagai KWT percontohan pencanangan program TOP (Tanam Open Panen) dari pemerintah kabupaten. Ada sekitar 75 KWT se Kulonprogo yang hadir bersama Bupati ke sini,” katanya.