Pentas ‘Rindu Rendra, Rakyat Belum Merdeka’ Kenang Si Burung Merak

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Memperingati meninggalnya Willibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan nama Rendra, seniman besar yang dimiliki Indonesia, memang begitu sangat mengharukan bagi banyak orang datang, baik itu teman seniman maupun khalayak masyarakat yang mengagumi penyair berjuluk ‘Si Burung Merak’.

Apalagi keluarga yang ditinggalkan, yakni Rachel Saraswati dan Clara Shinta, turut larut dalam keharuan. Kedua anak Rendra tersebut tak hanya hadir semata, tapi berbagi tugas. Rachel Saraswati sebagai pembawa acara, sedangkan Clara Shinta memberi sambutan mewakili keluarga Rendra.

Rendra meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun. Meninggalnya diperangati dengan acara ‘Rindu Rendra, Rakyat Belum Merdeka’. Sebuah acara yang diselenggarakan Komunitas Burung Merak Rendra dengan menggelar serangkaian acara dari mulai diskusi, pameran poster Rendra hingga pembacaan puisi.

“Waktu memang amat cepat berlalu, menyentuh segala hal dan membuat mereka tidak kekal,” kata Clara Shinta mengawali sambutannya dalam acara pentas puisi ‘Rindu Rendra, Rakyat Belum Merdeka’, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat malam (17/8/2018).

Perempuan kelahiran New York, 26 Juli 1966, itu mengaku tak mampu menghapus begitu saja kenangan yang begitu sangat berarti sebagai seorang ayah, guru dan sahabat tercinta WS Rendra.

“Kekuatannya untuk memeluk batin kami di antara jarak, waktu dan situasi yang tidak pernah berpihak,” ungkap putri kelima dari pasangan Rendra dengan Sunarti Soewandi.

Dengan segenap kerendahan hati, kata Clara, patut ia menyatakan dirinya sungguh sangat bangga atas jalan hidup yang ayahnya pilih, juga gagasan, pikiran dan tindakan yang beliau amalkan selama hidupnya.

“Allah rupanya telah mengaruniai peran yang tidak kecil untuk beliau jalankan di ranah kebudayaan, terutama di bidang sastra, teater, kemasyarakatan dan lingkungan,” beber aktris film dan aktris teater ini.

Menurut Clara, tidak sedikit karya sastra dan seni pertunjukkan yang WS Rendra hasilkan, begitu juga sumbangan gagasan dan pemikiran, keberpihakan dan pembelaan kepada masyarakat yang mengalami ketidakadilan sosial.

“Secara keseluruhan memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan dan peningkatan kualitas kesenian dan kehidupan demokrasi di negeri ini yang masih kontekstual dengan zaman sekarang,” paparnya.

Clara berharap, semoga karya-karya almarhum menjadi amal ilmu yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia. “Seberuntung-beruntungnya manusia adalah manusia yang ilmunya bermanfaat,” pungkasnya.

Lihat juga...